Dua kesalahan yang berlawanan, dan keduanya menguras uang.
Yang pertama, mematikan iklan di hari kedua karena belum ada order. Iklan itu belum sempat menyelesaikan fase belajarnya, uang yang sudah dibayarkan untuk fase itu hangus, dan begitu kamu menyalakan iklan baru, kamu membayarnya lagi dari awal.
Yang kedua, membiarkan iklan yang jelas rugi berjalan sebulan sambil berharap keadaan berbalik. Harapan bukan strategi, dan biaya per hasil yang buruk jarang membaik sendiri tanpa ada yang diubah.
Jalan keluarnya bukan naluri, melainkan dua batas yang ditetapkan sebelum iklan jalan.
Berapa lama sebelum iklan boleh dinilai?
Patokan yang masuk akal: tujuh hari belanja atau sepuluh hasil, mana yang lebih dulu tercapai.
Alasannya bukan angka keramat, melainkan cara angka berayun saat jumlah kejadiannya sedikit.
| Jumlah order | Biaya per order | Kalau dapat satu order lagi | Pergeseran |
|---|---|---|---|
| 2 | Rp75.000 | Rp50.000 | Turun 33% |
| 5 | Rp60.000 | Rp50.000 | Turun 17% |
| 10 | Rp55.000 | Rp50.000 | Turun 9% |
| 30 | Rp51.700 | Rp50.000 | Turun 3% |
Di baris pertama, satu order mengubah kesimpulanmu dari "boncos parah" jadi "impas". Vonis yang bisa dibalik oleh satu kejadian bukan vonis, itu tebakan yang kebetulan punya angka.
Kalau belanjamu kecil, jangan memaksakan penilaian tujuh hari. Tunggu empat belas hari, atau gabungkan adset sejenis supaya jumlah kejadiannya cukup untuk dibaca. Kenapa terlalu banyak adset justru menyulitkan kami bahas di berapa adset dalam satu campaign.
Apa yang harus dilihat, hari atau jumlah hasil?
Jumlah hasil, selalu. Hari cuma cara praktis memperkirakan berapa hasil yang terkumpul.
Contohnya begini: akun yang belanja Rp500 ribu sehari bisa mengumpulkan tiga puluh order dalam tiga hari, dan itu sudah cukup untuk memutuskan. Akun yang belanja Rp50 ribu sehari mungkin butuh dua minggu untuk mencapai sepuluh order, dan menilai di hari ketujuh berarti menilai dari empat order.
Dua akun itu tidak boleh memakai jadwal yang sama, walaupun keduanya sering diberi saran yang sama di grup.
Kapan tidak perlu menunggu sama sekali?
Tiga keadaan. Ketiganya bukan soal untung rugi, melainkan soal ada yang rusak.
- Klik banyak, hasil nol, dan halaman tujuan jarang terbuka. Ini bukan iklan yang belum menemukan pembeli, ini jalur yang putus. Perbaiki hari itu juga.
- Alat ukur mati. Kalau penjualan yang kamu tahu terjadi tidak tercatat di laporan, seluruh angka penilaianmu sedang bohong. Berhenti menilai apa pun sampai ini beres. Cara memeriksanya ada di cara pasang pixel Meta.
- Belanja melonjak jauh di atas rencana. Entah karena setelan berubah atau lelang sedang mahal, lonjakan yang tidak kamu putuskan wajib dilihat hari itu.
Selain tiga itu, tahan tanganmu sampai datanya cukup. Daftar keadaan yang layak jadi alasan mematikan iklan kami tulis di kapan iklan Facebook harus dimatikan.
Bagaimana membedakan iklan boncos dan iklan yang sedang belajar?
Lihat arahnya, bukan potretnya.
Catat biaya per hasil tiap hari selama tujuh hari. Kalau grafiknya menurun, sistem sedang menemukan polanya dan kamu sedang membayar biaya belajar yang wajar. Kalau grafiknya datar atau naik selama seminggu penuh dengan jumlah hasil yang cukup, itu bukan fase belajar lagi, itu harga sesungguhnya.
Meta sendiri menandai adset yang sedang dalam fase belajar di Ads Manager, dan definisi resminya ada di Business Help Center. Kami menulis versi yang lebih terus terang, termasuk apa yang mengulang fase itu tanpa kamu sadari, di fase pembelajaran Facebook Ads dan istilahnya di kamus fase belajar.
Setelah divonis boncos, lalu apa?
Vonis tanpa langkah cuma bikin sedih. Urutan yang masuk akal:
- Bandingkan dengan saudaranya. Kalau adset lain di campaign yang sama untung, masalahnya di adset itu, bukan di produk atau harga.
- Kalau semua adset sama-sama rugi, naik satu tingkat: harganya, penawarannya, atau halaman tujuannya yang menahan.
- Pindahkan uangnya, jangan cuma dimatikan. Budget yang dihentikan tanpa dialihkan berarti penjualan yang hilang. Cara menaikkan yang aman ada di cara scale iklan Facebook.
- Catat keputusannya. Iklan yang dimatikan bulan ini sering dinyalakan lagi bulan depan oleh orang yang sama, karena tidak ada yang mengingat kenapa dulu dimatikan.
Cara menghitung batas untung ruginya, yang jadi dasar seluruh vonis di atas, ada di iklan Meta anti boncos. Kalau kamu ingin batas itu diperiksa otomatis tiap hari tanpa harus kamu ingat, itu yang dikerjakan PahamAds.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Berapa hari iklan Facebook baru bisa dinilai?
Tujuh hari untuk penilaian yang layak dipakai memutuskan, dengan syarat jumlah hasilnya cukup. Kalau belanja harianmu kecil dan hasil seminggu masih di bawah sepuluh, tunggu sampai empat belas hari. Yang menentukan bukan hitungan harinya, melainkan berapa banyak kejadian yang sudah terkumpul, karena kesimpulan dari tiga order bisa berbalik oleh satu order berikutnya.
Berapa jumlah hasil minimal sebelum iklan divonis rugi?
Sekitar sepuluh hasil sebagai patokan kasar. Di bawah itu, biaya per hasil berayun terlalu jauh: dengan tiga order, satu order tambahan mengubah angkanya sampai puluhan persen. Dengan tiga puluh order, satu order tambahan hampir tidak menggeser apa pun, dan di situlah angkanya mulai layak dipercaya.
Apakah boleh mematikan iklan di hari pertama?
Boleh, tapi hanya untuk alasan yang tidak berhubungan dengan untung rugi. Materi salah yang tayang, tautan rusak, harga tertulis keliru, atau belanja melonjak jauh di atas rencana. Mematikan karena hari pertama belum ada order itu keputusan yang hampir selalu terlalu cepat, dan sekaligus mengulang fase belajar begitu iklan dinyalakan lagi.
Apa bedanya iklan boncos dan iklan yang masih belajar?
Iklan yang masih belajar biasanya mahal di awal lalu membaik setelah sistem menemukan polanya. Iklan boncos tetap mahal setelah fase itu lewat. Bedanya terlihat dari arah: catat biaya per hasil tiap hari, kalau grafiknya turun, tunggu. Kalau datar atau naik selama tujuh hari dengan hasil yang cukup, itu bukan belajar lagi.
