Buka Ads Manager, dan kamu disambut tabel yang bisa digulir ke kanan sampai lelah. Ada lebih dari seratus kolom di sana. Tidak satu pun dari kolom itu berjudul "iklanmu untung" atau "iklanmu rugi".
Itu sebabnya banyak pemilik usaha memelototi layar selama dua puluh menit, merasa sudah menganalisis, lalu menutupnya tanpa satu keputusan pun. Yang terjadi bukan analisis, cuma menonton angka.
Analisis yang berguna bentuknya berbeda. Ia pendek, punya urutan tetap, dan tiap angka disambung ke satu pertanyaan yang jawabannya menentukan tindakan. Lima angka sudah cukup untuk memutuskan lanjut, perbaiki, atau berhenti.
Angka apa saja yang benar-benar perlu dianalisis?
| Urutan | Angka | Pertanyaan yang dijawabnya | Kalau jelek |
|---|---|---|---|
| 1 | Belanja | Berapa uang yang sudah keluar? | Tidak jelek atau bagus, ini penyebutnya. |
| 2 | Hasil | Berapa order, prospek, atau chat yang masuk? | Nol hasil dengan belanja jalan = berhenti dulu. |
| 3 | Biaya per hasil | Satu order harganya berapa? | Di atas untung bersihmu = kamu membayar orang untuk membeli. |
| 4 | Nilai penjualan | Berapa rupiah yang kembali? | Kosong padahal ada order = alat ukurmu buta nilai. |
| 5 | CPM (biaya per seribu tayangan) | Seberapa mahal iklanmu dilihat orang? | Naik tajam = harga lelang naik atau materi iklanmu melelahkan. |
Empat angka pertama menjawab pertanyaan pemilik usaha: uang ini kembali atau tidak. Angka kelima menjawab pertanyaan pengiklan: kenapa. Arti tiap istilahnya ada di kamus kami, mulai dari CPM, CPA, sampai konversi.
Yang tidak masuk lima besar bukan berarti tidak berguna. Klik, CTR, jangkauan, dan frekuensi itu alat penunjuk letak, bukan alat vonis. Kamu memakainya sesudah tahu ada yang rugi, untuk mencari di lapisan mana kebocorannya.
Bagaimana urutan membaca yang benar?
Urutannya menurun, dari uang ke penyebab. Sekali kamu membalik urutannya, kamu akan sibuk memperbaiki hal yang tidak menentukan apa pun.
- Mulai dari akun, bukan dari iklan. Total belanja tujuh hari dan total hasil tujuh hari. Kalau seluruh akun untung, iklan yang jelek di dalamnya masih boleh ditunggu.
- Turun ke campaign. Cari yang belanjanya besar tapi hasilnya kecil. Di sinilah uang biasanya bocor diam-diam.
- Turun ke adset. Bandingkan biaya per hasil antar adset dalam satu campaign yang sama. Membandingkan lintas campaign yang tujuannya beda itu membandingkan apel dengan kursi.
- Baru ke iklan. Kalau semua adset sama-sama jelek, masalahnya bukan audiens, melainkan materi iklan atau harganya.
- Terakhir, keluar dari Meta. Kalau kliknya banyak dan hasilnya nol, yang rusak biasanya ada di halaman tujuan atau di kecepatan balas chat, bukan di iklan.
Langkah lengkap dengan tangkapan layarnya kami tulis terpisah di cara audit akun Meta Ads.
Kenapa biaya per hasil tidak bisa dinilai tanpa angka bisnismu?
Ini kesalahan yang paling mahal, dan paling sering.
Orang membaca biaya per order Rp45 ribu lalu bertanya di grup, "ini bagus tidak?". Tidak ada yang bisa menjawabnya, termasuk orang yang menjawab dengan percaya diri. Angka itu bagus untuk produk yang untung bersihnya Rp200 ribu per penjualan, dan menghancurkan untuk produk yang untung bersihnya Rp30 ribu.
Yang dibutuhkan cuma dua angka dari bisnismu sendiri:
- Untung bersih per penjualan. Harga jual dikurangi modal barang, ongkos kirim yang kamu tanggung, biaya kemasan, dan potongan marketplace.
- Batas biaya per hasil. Ini angka untung bersih tadi. Di atas itu kamu rugi, di bawah itu kamu untung, sesederhana itu.
Dari dua angka itu lahir break-even ROAS, yaitu titik impasmu. Kami membahas kenapa target "ROAS 5x" yang beredar di internet menyesatkan di ROAS yang bagus berapa.
Kalau kamu memakai PahamAds, angka ini yang kamu isi sekali di awal lewat panduan mengisi patokan untung rugi, dan seluruh vonis di berandamu berdiri di atasnya.
Apa bedanya analisis dengan sekadar melihat laporan?
Laporan menyebutkan apa yang terjadi. Analisis menyebutkan apa yang harus kamu lakukan besok pagi.
Bedanya terlihat dari kalimat penutupnya:
| Laporan | Analisis |
|---|---|
| "CTR minggu ini 0,8%." | "CTR turun dari 2,1% ke 0,8% di adset yang sama, materinya sudah dilihat rata-rata 4 kali oleh orang yang sama. Siapkan materi baru minggu ini." |
| "ROAS 1,4." | "Titik impasmu 2,5. Di angka 1,4 tiap Rp100 ribu belanja menguapkan Rp44 ribu. Hentikan adset A, uangnya pindahkan ke adset B yang ROAS-nya 3,1." |
| "Ada 214 klik dan 0 pembelian." | "Halaman tujuanmu terbuka 41 kali dari 214 klik. Yang bocor bukan iklannya, tapi halamannya lambat atau tautannya salah." |
Kalimat di kolom kanan tidak lahir dari kolom Ads Manager. Ia lahir dari membandingkan beberapa angka sekaligus, lalu menyambungkannya ke uangmu. Itu pekerjaan yang bisa dilakukan tangan, dan itu juga pekerjaan yang paling cepat ditinggalkan orang saat sedang sibuk berjualan.
Kapan analisis manual mulai tidak masuk akal?
Selama kamu punya satu campaign dan dua adset, tabel Ads Manager cukup. Analisis manual sekali seminggu masih sepadan dengan waktumu.
Yang berubah saat akunmu tumbuh:
- Tiga campaign dengan lima adset masing-masing sudah berarti lima belas perbandingan tiap kali kamu memeriksa.
- Perbandingan minggu ini lawan minggu lalu menuntut kamu mengingat angka minggu lalu, dan tidak ada yang benar-benar mengingatnya.
- Kebocoran yang pelan, misalnya biaya per order naik 8% tiap minggu, tidak pernah terlihat mencolok di hari mana pun. Ia cuma terlihat kalau ada yang membandingkan.
Di titik itu yang kamu butuhkan bukan lebih banyak kolom, melainkan sesuatu yang membaca kolomnya untukmu lalu menyodorkan tiga hal terpenting hari ini. Pertimbangannya kami tulis di dashboard Meta Ads selain Ads Manager. Itu yang PahamAds kerjakan: menarik data Meta Ads-mu, mengadu tiap angka dengan patokan untung rugimu sendiri, dan menerbitkan kartu berisi masalah, sebabnya, dan langkah perbaikannya. Perbandingan alat sejenis kami tulis di tools analisa Meta Ads.
Sumber angka dan definisi resmi
Definisi tiap metrik dan cara Meta menghitungnya ada di dokumentasi resminya, Ads Insights API untuk pengembang dan Business Help Center untuk pengiklan. Dua halaman itu menjelaskan cara penghitungannya, dan sengaja tidak menyebut angka "sehat" untuk metrik apa pun. Patokan sehat memang tidak bisa datang dari platform, ia datang dari struktur biaya bisnismu.
Kalau angka di alat mana pun berbeda dengan yang kamu lihat di Ads Manager, penyebabnya hampir selalu jendela atribusi, dan itu kami jelaskan di kenapa angka beda dengan Ads Manager.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apa saja yang harus dianalisis di Meta Ads?
Lima angka, dan urutannya penting. Belanja (berapa uang keluar), hasil (berapa order atau chat yang masuk), biaya per hasil (belanja dibagi hasil), nilai penjualan (berapa rupiah yang kembali), dan biaya tayang atau CPM (seberapa mahal iklanmu dilihat orang). Empat angka pertama menjawab untung atau rugi. Angka kelima dan seluruh kolom lain seperti klik, jangkauan, dan frekuensi baru berguna sesudah kamu tahu ada yang rugi, karena tugasnya menunjuk letak masalahnya.
Berapa lama data yang harus dilihat saat menganalisis iklan Meta?
Tujuh hari terakhir untuk keputusan mingguan, dan tiga hari terakhir hanya untuk melihat apakah ada yang berubah mendadak. Data satu hari terlalu berisik: satu order yang masuk sore hari bisa membalik kesimpulan pagi. Kalau belanja harianmu kecil, misalnya di bawah Rp100 ribu, pakai empat belas hari supaya jumlah hasilnya cukup untuk dibaca.
Apakah analisis Meta Ads bisa dilakukan tanpa pixel?
Bisa, tapi terbatas. Tanpa alat ukur di situs, Meta tetap melaporkan belanja, tayangan, klik, dan biaya per klik, karena semuanya terjadi di dalam platform Meta. Yang hilang adalah apa yang terjadi sesudah orang mengeklik: pembelian, isi keranjang, dan nilai penjualan. Untuk iklan yang mengarah ke WhatsApp, jumlah percakapan tetap terhitung tanpa pixel karena Meta yang menghitungnya sendiri.
Kenapa analisis saya selalu berujung bingung?
Biasanya karena tidak ada angka pembanding. Tanpa tahu untung bersih per penjualanmu, biaya per hasil Rp45 ribu tidak berarti apa-apa: bisa sangat murah untuk produk bermargin Rp200 ribu, dan bunuh diri untuk produk bermargin Rp30 ribu. Tetapkan dulu batas biaya per hasil yang masih untung, baru buka Ads Manager.
