Semua artikel
Diperbarui 6 menit baca

Cara audit akun Meta Ads sendiri, urutan yang tidak bikin salah tuduh

Audit yang benar bukan menatap tabel lebih lama, tapi menelusuri lapisan secara berurutan. Kalau urutannya kebalik, kamu akan mengganti kreatif padahal yang bocor ada di tempat lain, lalu mengulanginya tiap bulan. Ini urutannya, dari alat ukur sampai lapisan sesudah klik.

Seseorang menuliskan catatan di papan jepit sambil berdiri di antara tumpukan kardus

Kebanyakan orang mengaudit akun iklannya dengan cara membuka Ads Manager, menatap tabel lebih lama dari biasanya, lalu mematikan baris yang angkanya paling merah. Itu bukan audit. Itu menghukum baris paling bawah.

Audit yang benar itu penelusuran berurutan. Tiap lapisan diperiksa sebelum lapisan berikutnya, karena kesimpulan di lapisan bawah cuma bisa dipercaya kalau lapisan di atasnya sudah bersih. Kalau urutannya kebalik, kamu akan mengganti kreatif padahal yang bocor ada di tempat lain, lalu mengulangi kesalahan yang sama bulan depan.

Ini urutannya.

Langkah 0: pastikan alat ukurmu tidak sedang rusak

Sebelum menilai apa pun, pastikan angkanya layak dinilai.

Cek satu hal saja: event yang kamu jadikan patokan benar-benar tercatat. Kalau kamu menjual lewat website, buka Events Manager dan lihat apakah event pembelian masuk dalam beberapa hari terakhir, dan jumlahnya masuk akal dibanding pesanan sungguhan di pembukuanmu. Kalau kamu menjual lewat WhatsApp, pastikan klik tombolnya tercatat.

Kenapa ini nomor nol dan bukan nomor satu: audit di atas data yang rusak menghasilkan kesimpulan yang terdengar meyakinkan dan tetap salah. Kamu akan mematikan iklan yang sebenarnya menghasilkan, cuma karena hasilnya tidak pernah sampai ke laporan. Kesalahan jenis ini tidak pernah ketahuan, karena buktinya ikut hilang bersama datanya.

Kalau alat ukurmu memang belum terpasang benar, berhenti di sini dan benerin dulu. Langkahnya ada di cara pasang Pixel Meta.

Langkah 1: cek apakah datanya sudah cukup untuk disimpulkan

Pertanyaan berikutnya bukan "bagus atau jelek", tapi "sudah boleh dinilai belum".

Iklan yang baru jalan beberapa hari dengan segelintir hasil belum bisa disimpulkan. Perbedaan antara dua adset yang datanya sama-sama tipis kemungkinan besar cuma kebetulan. Meta sendiri menyebut adset butuh sekitar 50 hasil per minggu supaya penargetannya stabil, dan sebelum itu angkanya memang bergoyang.

Praktisnya: kalau satu adset belum mengumpulkan hasil yang cukup, jangan diadili di audit ini. Catat sebagai "belum bisa dinilai", lalu lihat apakah budget-nya memang terlalu tipis untuk pernah sampai ke sana. Itu temuan yang berbeda, dan obatnya juga berbeda. Mekanikanya ada di fase pembelajaran Facebook Ads.

Langkah 2: lapisan campaign, apakah tujuannya memang yang kamu mau

Ini lapisan yang paling jarang diperiksa dan paling menentukan.

Tujuan campaign menentukan orang seperti apa yang dicarikan Meta untukmu. Campaign dengan tujuan trafik mencari orang yang gemar mengklik. Campaign dengan tujuan penjualan mencari orang yang gemar membeli. Keduanya bisa menghasilkan klik banyak, tapi cuma satu yang mencari pembeli.

Jadi periksa: tujuan campaign-mu sesuai dengan yang benar-benar kamu inginkan? Kalau kamu ingin penjualan tapi campaign-mu berjalan dengan tujuan trafik, semua penilaian di lapisan bawah akan menyesatkan. Kamu akan melihat klik murah dan menyimpulkan iklanmu sehat, padahal Meta memang sedang mencarikan pengklik, bukan pembeli.

Salah tujuan tidak bisa diperbaiki dengan mengganti kreatif atau menaikkan budget. Ia cuma bisa diperbaiki di tempatnya sendiri.

Langkah 3: lapisan adset, ke mana uangnya benar-benar mengalir

Di lapisan ini pertanyaannya soal pembagian uang, bukan soal bagus atau jelek.

Buka adset satu per satu dan bandingkan dua kolom saja: berapa yang dibelanjakan, dan berapa biaya per hasilnya. Yang kamu cari adalah ketimpangan. Sering terjadi satu adset menelan sebagian besar budget padahal biaya per hasilnya paling mahal, sementara adset yang paling efisien cuma kebagian sedikit. Itu bukan masalah kreatif, itu masalah alokasi, dan memperbaikinya tidak butuh membuat apa pun yang baru.

Dua hal lain yang layak dilihat di sini. Pertama, frekuensi: kalau satu orang sudah melihat iklanmu berkali-kali dalam waktu pendek, audiensnya terlalu sempit dan hasilnya akan memburuk dengan sendirinya. Kedua, budget yang dipecah terlalu banyak: sepuluh adset dengan budget kecil masing-masing membuat tidak ada satu pun yang mengumpulkan data cukup. Hitungannya ada di budget iklan Facebook per hari.

Satu kolom lagi yang hampir tak pernah masuk daftar audit orang, padahal menjelaskan banyak hal: strategi penawaran. Kalau adset-mu memakai Cost Cap atau Bid Cap, bandingkan budget yang kamu tetapkan dengan yang benar-benar terpakai. Selisih yang jauh berarti batasmu menahan belanja, bukan iklanmu yang kehabisan peminat, dan perbaikannya ada di angka batas itu, bukan di kreatif. Kalau kamu pernah mengubah batasnya belakangan ini, catat tanggalnya: biaya yang naik beberapa hari sesudahnya lebih mungkin datang dari keputusanmu sendiri daripada dari harga pasar.

Satu catatan penting sebelum kamu memindahkan budget antar adset: kalau kampanyenya Advantage+, susunan adset di dalamnya bukan kamu yang mengatur, dan tombol untuk menggeser budget antar adset memang tidak ada. Di kampanye jenis itu yang bisa kamu sentuh cuma budget kampanye dan kreatifnya.

Langkah 4: lapisan iklan, dan cuma dua angka yang penting di sini

Baru di sini kreatif boleh diadili, dan cuma dengan dua pertanyaan.

Pertama, apakah orang berhenti dan mengklik. Ini terbaca dari rasio klik. Kalau rasio kliknya rendah dibanding iklanmu yang lain, masalahnya memang di kreatif dan pesannya: gambar, kalimat pembuka, penawaran yang tidak menarik perhatian. Ini satu-satunya situasi di mana mengganti kreatif adalah jawaban yang benar.

Kedua, apakah iklan yang dulu bagus sekarang melemah. Kreatif punya umur. Iklan yang tiga minggu lalu paling laku bisa jenuh karena audiensnya sudah bosan melihatnya. Yang dibutuhkan bukan menghapusnya, tapi menyiapkan penggantinya sebelum angkanya jatuh.

Yang tidak boleh kamu lakukan di sini: menyalahkan kreatif ketika kliknya sebenarnya wajar. Kalau orang mengklik dalam jumlah normal tapi tidak ada yang membeli atau membalas, kreatifnya sudah mengerjakan tugasnya. Yang bocor ada di langkah berikutnya.

Langkah 5: lapisan sesudah klik, yang tidak bisa dilihat Ads Manager

Ini lapisan yang paling sering jadi biang boncos dan paling jarang diaudit, karena Ads Manager memang tidak bisa melihatnya.

Kalau kamu mengarahkan orang ke halaman, periksa halamannya seperti calon pembeli: berapa lama ia terbuka di jaringan seluler, apakah harganya terlihat tanpa perlu menggulir jauh, apakah tombolnya jelas. Halaman yang lambat membuang orang yang sudah kamu bayar mahal untuk datang.

Kalau kamu mengarahkan orang ke WhatsApp, yang perlu diaudit adalah jarak antara klik dan chat yang benar-benar masuk, lalu kecepatan balasanmu. Mengklik tombol WhatsApp cuma membuka aplikasi dengan draf pesan yang belum terkirim, dan sebagian orang berhenti di situ. Sesudah pesannya masuk pun, balasan yang datang berjam-jam kemudian sering ditinggal. Bahasannya di iklan WhatsApp banyak klik tapi chat kosong.

Langkah 6: baru terjemahkan semuanya ke rupiah

Audit belum selesai sebelum kamu tahu angka-angka tadi berarti untung atau rugi.

Ambil sisa uang tiap penjualan setelah semua biaya selain iklan, lalu bandingkan dengan biaya per hasil di tiap adset. Adset dengan biaya per hasil di atas sisa itu sedang bakar uang, sebagus apa pun tampilan angkanya di kolom lain. Cara menghitungnya ada di cara cek iklan Facebook untung atau rugi, dan patokan sebelum mematikan sesuatu ada di kapan iklan Facebook harus dimatikan.

Seberapa sering audit ini perlu diulang

Audit menyeluruh seperti ini cukup sebulan sekali, atau setiap kali ada perubahan besar: campaign baru, produk baru, atau kenaikan budget yang tajam.

Yang perlu dilihat lebih sering bukan audit lengkapnya, melainkan sinyal darurat. Belanja jalan tapi hasil nol beberapa hari berturut-turut, biaya per hasil melompat jauh di atas kebiasaan, atau iklan berhenti tayang tanpa kamu matikan. Itu perlu ketahuan dalam hitungan jam, bukan menunggu jadwal bulanan.

Mengaudit terlalu sering justru berbahaya. Data beberapa hari terlalu tipis untuk disimpulkan, dan orang yang membuka laporan tiap jam cenderung mengubah sesuatu tanpa alasan yang cukup.

Rangkuman

Urutannya: pastikan alat ukurmu hidup, pastikan datanya cukup, periksa tujuan campaign, periksa ke mana uang mengalir di adset, baru adili kreatif, lalu periksa lapisan sesudah klik, terakhir terjemahkan ke rupiah.

Satu aturan yang menyelamatkan paling banyak uang: jangan pernah mengganti kreatif sebelum kamu tahu lapisan kliknya memang yang bermasalah. Kreatif adalah hal yang paling mudah dilihat, jadi ia paling sering dituduh, dan sering tidak bersalah.

Kalau kamu tidak mau melakukan penelusuran ini manual tiap bulan, itu memang pekerjaan yang kami bangun untuk PahamAds. Kami menjalankan pemeriksaan berlapis ini tiap hari di akunmu, menyebut penyebabnya di lapisan mana, dan menyebut juga lapisan yang terbukti bersih supaya kamu tidak salah tuduh. Penjelasannya di apa itu PahamAds.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Berapa sering akun Meta Ads perlu diaudit?

Audit menyeluruh cukup sebulan sekali, atau setiap kali ada perubahan besar seperti campaign baru, produk baru, atau kenaikan budget yang tajam. Yang perlu dilihat lebih sering bukan audit, melainkan sinyal darurat seperti belanja jalan tapi hasil nol, atau biaya per hasil melompat jauh di atas kebiasaan. Mengaudit terlalu sering justru berbahaya, karena data beberapa hari terlalu tipis untuk disimpulkan dan kamu akan tergoda mengubah sesuatu tanpa alasan.

Apa kesalahan paling sering saat audit iklan Meta?

Mengganti kreatif duluan. Kreatif adalah hal yang paling mudah dilihat dan paling mudah diganti, jadi ia jadi tersangka utama padahal sering tidak bersalah. Kalau orang mengklik iklanmu dalam jumlah wajar tapi tidak ada yang membeli atau membalas chat, yang rusak ada sesudah klik, di halaman tujuan, penawaran, atau kecepatan balasanmu. Mengganti kreatif di situasi itu membuang kreatif yang sebenarnya bekerja.

Apa yang harus dicek paling pertama saat audit?

Alat ukurnya, bukan angkanya. Kalau pixel atau event pembelianmu tidak terkirim dengan benar, semua angka sesudahnya salah, dan audit di atas data yang salah menghasilkan kesimpulan yang terdengar meyakinkan tapi keliru. Pastikan dulu event yang kamu jadikan patokan benar-benar tercatat, baru mulai menilai performa.

Baca juga

Mau tahu iklanmu sehat atau boncos, tanpa hitung manual?

PahamAds membaca akun iklanmu dan bilang, dalam bahasa manusia, mana yang balik modal, mana yang bakar uang, dan apa langkahmu hari ini. Read-only, tidak pernah mengubah iklanmu. Pendaftaran baru lagi ditutup sementara.

Masuk