Semua artikel
Diperbarui 5 menit baca

Ditulis Tim PahamAds, yang tiap hari membaca data akun iklan Meta pengguna PahamAds

Strategi penawaran Meta Ads: kapan kamu perlu memasang batas

Pilihan strategi penawaran duduk di layar pembuatan adset dan hampir selalu dilewati, padahal isian itu menentukan seberapa berani Meta menawar dengan uangmu. Ini beda Highest volume, Cost Cap, dan Bid Cap. Di dalamnya ada cara menurunkan angka batasnya dari margin produkmu, dan tanda batas yang kekencangan sebelum belanjamu berhenti diam-diam.

Papan harga tulisan tangan berwarna merah muda bertuliskan angka per kilo, berdiri di antara tumpukan buah di kios pasar

Jawaban singkat

Strategi penawaran Meta Ads menentukan seberapa berani Meta menawar di lelang memakai uangmu. Highest volume membelanjakan budget tanpa batas biaya. Cost Cap menjaga rata-rata biaya per hasil di angka yang kamu tulis. Bid Cap mengunci tiap tawaran satu per satu. Akun yang belum punya riwayat biaya sebaiknya mulai dari Highest volume, karena dua batas itu menuntut angka yang belum kamu punya.

Pilihan ini duduk di layar pembuatan adset, di bagian belanja dan jadwal. Meta sudah mengisinya sejak awal, jadi kebanyakan orang melewatinya tanpa berhenti.

Padahal isian itu menentukan seberapa berani Meta menawar memakai uangmu. Dua akun dengan budget, audiens, dan iklan yang sama persis bisa memulangkan hasil berbeda jauh karena baris ini.

Tulisan ini berisi beda ketiga pilihannya, cara menurunkan angka batasnya dari margin produkmu, dan tanda batas yang kekencangan.

Apa yang kamu atur saat memilih strategi penawaran Meta Ads?

Kamu tidak menetapkan harga. Iklan Meta dijual lewat lelang, dan harganya bergerak tiap jam mengikuti siapa saja yang sedang mengejar orang yang sama.

Yang kamu atur adalah aturan main untuk Meta saat mengikuti lelang itu. Ada tiga bentuk aturan yang tersedia.

Pertama, membiarkan Meta menawar bebas sampai budget harian habis. Kedua, memberi satu angka rata-rata biaya per hasil yang harus dijaga. Ketiga, mengunci tawaran tertinggi di tiap lelang.

Di Ads Manager namanya Highest volume, Cost per result goal, dan Bid cap. Nama kedua sempat berganti. Sampai sekarang banyak pengiklan masih menyebutnya Cost Cap, dan dokumentasi resminya bisa kamu baca di halaman penawaran Meta.

Highest volumeCost CapBid Cap
Yang dibatasitidak ada batas biayarata-rata biaya per hasiltawaran di tiap lelang
Cocok saatakun baru, riwayat biaya belum adabiaya per hasil sudah diketahui dan harus dijagaharga lelang audiensmu sudah kamu hafal
Risiko utamanyabiaya per hasil ikut naik saat lelang mahalbelanja seret kalau angkanya kekencanganjangkauan hilang karena lelang mahal dilewati
Perlu data seberapatidak perlu30 hari terakhirriwayat beberapa bulan

Kapan Highest volume sudah cukup?

Saat kamu belum punya angka. Batas cuma berguna kalau angkanya benar, dan angka yang benar datang dari riwayat akunmu, tidak dari harapan.

Adset baru juga masih menghitung. Meta umumnya butuh sekitar 50 hasil per minggu per adset supaya keluar dari fase belajar. Memasang batas di masa itu menambah satu kesulitan di atas kesulitan yang sudah ada.

Jadi urutannya begini. Jalan dengan Highest volume dulu, lalu kumpulkan biaya per hasil selama dua sampai empat minggu. Batasnya dipasang belakangan, memakai angka yang sudah kamu lihat sendiri.

Apa beda Cost Cap dan Bid Cap?

Bedanya ada di benda yang dibatasi.

Cost Cap membatasi rata-rata biaya per hasil. Meta masih boleh menawar mahal sesekali, asal rata-ratanya kembali ke angkamu. Orang yang mahal hari ini tetap bisa dikejar kalau sepadan.

Bid Cap mengunci tiap tawaran. Lelang yang harganya melewati angkamu langsung dilewati, walaupun orang di baliknya paling mungkin membeli. Kendalinya lebih ketat, dan ruang salahnya jauh lebih sempit.

Untuk hampir semua pemilik bisnis, Cost Cap pilihan yang lebih masuk akal. Bid Cap menuntut kamu tahu harga lelang audiensmu, dan pengetahuan itu cuma lahir dari belanja berbulan-bulan.

Berapa angka batas yang masuk akal untuk produkmu?

Angkanya datang dari margin produkmu sendiri. Patokan yang beredar di grup lahir dari produk lain, dengan modal lain.

Mulai dari untung kotor per penjualan. Ambil harga jual, kurangi modal barang, ongkos kirim, kemasan, dan biaya bank. Sisanya adalah biaya iklan tertinggi yang masih membuatmu balik modal.

Contoh. Produk dijual Rp200.000. Modal, kirim, dan kemasan totalnya Rp140.000. Sisamu Rp60.000 per penjualan. Di angka itu kamu tidak untung dan tidak rugi.

Batas Cost Cap kamu harus di bawah Rp60.000, tapi jangan langsung ditulis Rp20.000 karena kelihatan enak. Buka Ads Manager, lihat biaya per hasil 30 hari terakhir, lalu tulis batasmu sedikit di bawah angka yang benar-benar kamu bayar sekarang.

Cara menurunkan angka ini lebih rinci kami tulis di CPA wajar berapa, dan bentuk yang sama dalam ROAS ada di ROAS yang bagus berapa.

Apa tanda batasmu kekencangan?

Gejalanya menipu, karena kelihatan seperti hemat.

Budget harianmu utuh atau nyaris utuh. Iklannya berstatus aktif. Tayangan sedikit, hasil sedikit, dan adset tidak pernah selesai belajar. Yang terjadi bukan penghematan, melainkan lelang yang berhenti kamu ikuti.

Obatnya bertahap. Longgarkan batasnya sekitar 10 sampai 20 persen, lalu diamkan tiga hari. Ulangi kalau belanjanya masih seret. Menaikkan budget di keadaan ini tidak menolong, karena yang menahan bukan besar budgetnya.

Penyebab lain yang bergejala mirip kami urai di kenapa iklan Facebook tidak ada hasil.

Kesalahan yang paling mahal saat memakai batas

Empat yang paling sering, dan semuanya berulang:

  1. Menulis angka dari harapan, sesudah membaca patokan orang lain di internet.
  2. Mengubah batas hampir tiap hari, sehingga adset tidak pernah selesai belajar.
  3. Memasang Bid Cap di akun yang riwayat belanjanya masih pendek.
  4. Mengganti kreatif berkali-kali, padahal yang menahan belanja adalah angka batasnya.

Satu kebiasaan murah yang menutup keempatnya: catat tanggal tiap kali kamu mengubah batas. Biaya yang naik tiga hari sesudah kamu melonggarkan batas datang dari keputusanmu sendiri. Harga pasar yang sedang mahal urusan yang berbeda. Cara memeriksanya berurutan ada di cara audit akun Meta Ads.

Apa yang perlu kamu putuskan hari ini?

Buka satu adset yang sedang jalan, lalu lihat baris strategi penawarannya.

Kalau isinya Highest volume dan biaya per hasilmu masih wajar, biarkan. Kalau isinya Highest volume tapi biaya per hasilmu sudah melewati untung kotor per penjualan, kamu punya alasan memasang Cost Cap.

Kalau isinya sudah Cost Cap atau Bid Cap, cocokkan dua angka: budget harian yang kamu tetapkan dan belanja yang benar-benar keluar. Selisih yang jauh berarti batasmu yang menahan belanja. Benahi angka batasnya lebih dulu, sebelum menyentuh kreatif.

PahamAds membaca baris ini otomatis di tiap akun yang tersambung, berikut tanggal saat batasnya kamu ubah. Jadi saat biaya naik, penyebabnya bisa dipisahkan antara keputusanmu sendiri dan harga lelang yang sedang naik.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Cost Cap atau Bid Cap, mana yang sebaiknya dipakai?

Cost Cap lebih aman untuk hampir semua pengiklan. Cost Cap menjaga rata-rata biaya per hasil, jadi Meta masih boleh menawar mahal sesekali selama rata-ratanya terjaga. Bid Cap mengunci tiap tawaran, dan angkanya cuma bisa ditebak benar kalau kamu sudah tahu harga lelang audiensmu dari pengalaman. Salah tebak di Bid Cap berakhir sebagai iklan yang nyaris tidak tayang.

Berapa angka Cost Cap yang benar untuk produk saya?

Angkanya diturunkan dari margin, bukan dari patokan orang lain. Hitung dulu untung kotor per penjualan, yaitu harga jual dikurangi seluruh biaya di luar iklan. Angka itu batas atas kamu. Lalu lihat biaya per hasil 30 hari terakhir di Ads Manager. Tulis batasmu sedikit di bawah angka yang benar-benar kamu bayar sekarang, bukan di angka yang kamu harapkan.

Kenapa budget saya tidak habis padahal iklan aktif?

Batas penawaran tersangka pertamanya. Meta berhenti menawar begitu harga lelang melewati angka batasmu, jadi belanjanya berhenti sendiri walaupun budget masih utuh. Gejalanya khas: budget harian tidak terserap, tayangan sedikit, dan adset betah di fase belajar. Longgarkan batasnya sekitar 10 sampai 20 persen, lalu tunggu tiga hari sebelum menilai lagi.

Apakah mengubah batas penawaran mengulang fase belajar?

Bisa, kalau perubahannya besar. Meta menghitung ulang saat setelan penting sebuah adset berubah, dan angka batas termasuk di dalamnya. Karena itu mengubah batas tiap hari membuat adset tidak pernah selesai belajar. Ubah sedikit, catat tanggalnya, lalu beri waktu tiga sampai empat hari sebelum menyentuhnya lagi.

Kenapa nama strategi penawaran di akun saya berbeda?

Meta mengganti sebagian namanya. Lowest cost sekarang bernama Highest volume, dan Cost Cap muncul sebagai Cost per result goal di banyak akun. Sebagian pilihan juga baru terlihat sesudah kamu membuka setelan lanjutan di tingkat adset. Isinya sama, yang berubah cuma sebutannya, dan banyak pengiklan masih memakai nama lama karena lebih pendek.

Baca juga

Mau tahu iklanmu sehat atau boncos, tanpa hitung manual?

PahamAds membaca akun iklanmu dan bilang, dalam bahasa manusia, mana yang balik modal, mana yang bakar uang, dan apa langkahmu hari ini. Read-only, tidak pernah mengubah iklanmu. Gratis buat mulai.

Coba gratis