Semua artikel
3 menit baca

Iklan Instagram tidak ada penjualan: cek empat titik ini sebelum menyalahkan produkmu

Ramai dilihat, banyak yang menyimpan, nol yang membeli. Itu keluhan paling umum pengiklan Instagram, dan penyebabnya jarang ada di produk. Empat titik ini yang biasanya menahan uangnya.

Penjual duduk di warungnya sambil melihat ponsel saat toko sepi

Jawaban singkat

Iklan Instagram yang ramai tapi tidak menghasilkan penjualan biasanya berhenti di salah satu dari empat titik: tujuan campaign yang mengejar interaksi bukan pembelian, jalur setelah klik yang putus, penawaran yang belum menjawab keberatan, atau alat ukur yang tidak mencatat penjualannya. Periksa berurutan, jangan mengganti produk lebih dulu.

Keluhan ini punya bentuk yang khas: tayangannya ribuan, komentarnya ada, simpanannya lumayan, dan penjualannya nol.

Karena semua tanda "ramai" terpenuhi, kesimpulan pertama yang muncul biasanya soal produk atau harga. Padahal di sebagian besar kasus yang kami periksa, uangnya berhenti di salah satu dari empat titik, dan tidak satu pun berhubungan dengan produkmu.

Titik pertama: apakah tujuan campaign-mu memang mengejar pembelian?

Ini penyebab paling sering, dan paling gampang diperbaiki.

Sistem Meta mencari orang menurut apa yang kamu minta. Kalau kamu meminta jangkauan, ia mencari orang yang murah dijangkau. Kalau kamu meminta interaksi, ia mencari orang yang gemar menyukai dan berkomentar. Orang seperti itu belum tentu pembeli, dan sering justru bukan.

Tujuan campaignYang dicari sistemCocok untuk
JangkauanOrang termurah untuk dijangkauPengenalan merek
InteraksiOrang yang gemar menyukai dan komentarMeramaikan halaman
TrafficOrang yang gemar mengeklikMengisi kolam pengunjung
PenjualanOrang yang punya pola membeliJualan

Kalau kamu memakai tombol Promosikan dari aplikasi, periksa tujuan yang terpilih. Perbandingan lengkap antara tombol itu dan Ads Manager kami tulis di iklan Instagram, Promosikan atau Ads Manager.

Titik kedua: apakah jalurnya utuh sesudah orang mengeklik?

Di Instagram, jalur ini lebih rapuh daripada di Facebook karena kebanyakan orang membuka dari ponsel sambil menggulir cepat.

Yang perlu kamu periksa:

  • Berapa klik tautan, dan berapa halaman tujuan yang benar-benar terbuka. Kalau dari 300 klik hanya 90 yang tercatat membuka halaman, dua pertiga uangmu terbakar sebelum orangnya melihat apa pun. Biasanya karena halaman berat atau tautannya salah.
  • Apakah tautannya mengarah ke produk yang diiklankan, bukan ke beranda toko atau ke tautan gabungan yang harus dicari lagi.
  • Berapa lama halamannya terbuka di ponsel yang jaringannya biasa saja. Gambar besar yang tidak dikecilkan adalah pembunuh penjualan yang paling sunyi.

Kalau anggaranmu terasa cepat habis sebelum sampai ke bagian ini, hitungan biayanya kami bahas di tarif iklan Instagram per hari.

Kalau jualanmu lewat chat, titik yang sama berlaku untuk layar chat pertama. Pesan pembuka yang kosong membuat sebagian besar orang berhenti sebelum mengetik apa pun. Rinciannya di iklan WhatsApp banyak klik tapi chat kosong.

Titik ketiga: apakah penawaranmu menjawab keberatan yang sebenarnya?

Instagram penuh orang yang menyimpan untuk nanti. "Nanti" itu biasanya berarti ada satu hal yang belum terjawab.

Empat keberatan yang paling sering dan cara menjawabnya di materi iklan:

  1. Harga terasa mahal. Jawab dengan perbandingan pemakaian, bukan dengan diskon terus-menerus.
  2. Ragu barangnya sesuai. Jawab dengan foto pemakaian nyata, ukuran, dan bahan.
  3. Ragu tokonya bisa dipercaya. Jawab dengan bukti pengiriman, jumlah pembeli, dan cara mengembalikan barang.
  4. Belum butuh sekarang. Jawab dengan alasan waktu yang jujur, misalnya stok terbatas yang memang benar.

Kalau iklanmu ramai disimpan tapi sepi penjualan, biasanya keberatan nomor tiga atau empat yang belum tersentuh.

Titik keempat: apakah penjualannya benar-benar tercatat?

Ini yang paling menipu. Penjualan terjadi, tapi laporan menyebut nol, lalu kamu mematikan iklan yang sebenarnya bekerja.

Tanda-tandanya:

  • Kamu tahu ada pembeli yang menyebut melihat iklan, tapi laporan tetap nol.
  • Order tercatat tapi nilainya Rp0 semua.
  • Penjualan lewat direct message atau marketplace tidak pernah masuk hitungan, karena memang tidak ada yang menghubungkannya.

Untuk toko yang menerima order lewat chat, sebagian besar penjualan memang tidak akan tercatat otomatis, dan itu batas yang harus kamu terima sambil mencari jalan mengukurnya. Cara memasang alat ukur di situs ada di cara pasang pixel Meta, dan cara melacak order dari chat ada di lacak order dari iklan ke WhatsApp.

Urutan memperbaikinya bagaimana?

Dari yang paling murah dikerjakan:

  1. Betulkan tujuan campaign kalau salah. Ini gratis dan efeknya paling besar.
  2. Perbaiki jalur setelah klik: kecepatan halaman, tautan yang benar, pesan pembuka chat.
  3. Pastikan alat ukurnya mencatat, supaya keputusan berikutnya tidak berdiri di atas angka bohong.
  4. Baru perbaiki materi dan penawaran, dengan pengujian yang benar. Caranya di A/B testing iklan Facebook.
  5. Terakhir, nyalakan pengingat untuk orang yang sudah pernah melihat, lewat retargeting Facebook Ads.

Aturan resmi soal pilihan tujuan dan penempatan ada di Business Help Center. Kalau kamu ingin keempat titik itu diperiksa otomatis tiap hari dari data akunmu sendiri, itu yang dikerjakan PahamAds.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Kenapa iklan Instagram banyak yang lihat tapi tidak ada yang beli?

Karena dilihat dan dibeli itu dua hal yang dikejar dengan cara berbeda. Kalau tujuan campaign-mu mengejar jangkauan, tayangan, atau interaksi, sistem akan mencari orang yang gemar menonton dan menyukai, bukan yang gemar membeli. Selain itu jalur setelah klik sering putus: halaman lambat, atau tautan di profil tidak mengarah ke produk yang diiklankan.

Apakah iklan Instagram lebih sulit menghasilkan penjualan daripada Facebook?

Tidak selalu, dan keduanya berjalan di sistem lelang yang sama. Yang sering berbeda adalah kebiasaan penggunanya: di Instagram orang lebih banyak menjelajah dan menyimpan untuk nanti. Karena itu jalur setelah klik dan pengingat lewat retargeting jadi lebih menentukan di Instagram.

Apakah tombol Promosikan cukup untuk jualan?

Untuk mengenalkan konten, cukup. Untuk mengejar penjualan, terbatas: pilihan tujuan, penempatan, dan pengukurannya lebih sedikit dibanding Ads Manager. Kalau targetmu penjualan yang terukur, buat campaign dengan tujuan yang benar lewat Ads Manager.

Berapa lama menunggu sebelum menyimpulkan iklan Instagram gagal?

Sekitar tujuh hari atau sepuluh hasil, mana yang lebih dulu. Sebelum itu, angka biaya per hasil masih berayun terlalu jauh. Yang tidak perlu menunggu adalah keadaan rusak: klik banyak dengan halaman tujuan jarang terbuka, atau alat ukur yang mati.

Baca juga

Mau tahu iklanmu sehat atau boncos, tanpa hitung manual?

PahamAds membaca akun iklanmu dan bilang, dalam bahasa manusia, mana yang balik modal, mana yang bakar uang, dan apa langkahmu hari ini. Read-only, tidak pernah mengubah iklanmu. Pendaftaran baru lagi ditutup sementara.

Masuk