Ada satu kelompok orang yang paling mungkin membeli darimu bulan ini, dan biayanya paling murah: orang yang sudah pernah melihat produkmu lalu pergi.
Mereka tidak perlu diperkenalkan pada mereknya. Tidak perlu diyakinkan bahwa produk seperti ini ada. Yang mereka butuhkan cuma alasan untuk kembali.
Anehnya, di banyak akun yang kami periksa, seluruh budget justru habis mengejar orang yang belum pernah mendengar nama tokonya.
Kenapa retargeting biasanya jauh lebih murah?
Karena sebagian besar pekerjaan menjual sudah selesai sebelum iklannya tayang.
| Audiens baru | Audiens retargeting | |
|---|---|---|
| Yang harus dilakukan iklan | Menarik perhatian, memperkenalkan, meyakinkan, mengajak | Mengingatkan, mengajak |
| Jumlah orangnya | Besar | Kecil |
| Biaya per penjualan | Lebih mahal | Biasanya jauh lebih murah |
| Batasnya | Hampir tidak terbatas | Habis kalau tidak ada orang baru masuk |
Baris terakhir yang sering dilupakan. Retargeting itu memanen, bukan menanam. Kalau tidak ada orang baru yang masuk ke kolammu, dalam beberapa minggu kolamnya kering dan biayanya melonjak karena orang yang sama dikejar terus.
Karena itu retargeting bukan pengganti iklan ke audiens baru. Ia pelengkapnya.
Sumber audiens apa saja yang bisa dipakai?
Dari yang paling gampang disiapkan:
- Penonton video. Tidak butuh situs, tidak butuh alat ukur apa pun. Kamu bisa memilih orang yang menonton sekian detik atau sekian persen. Sumber ini paling cepat terisi kalau kamu rajin memasang video.
- Orang yang berinteraksi dengan halaman Facebook atau Instagram. Termasuk yang menyimpan, berkomentar, atau membuka profil.
- Orang yang pernah mengirim pesan. Cocok untuk penjual yang mengandalkan chat.
- Pengunjung situs. Butuh alat ukur terpasang di situsmu. Langkahnya di cara pasang pixel Meta, istilahnya di kamus pixel.
- Daftar pelanggan yang kamu unggah. Nomor telepon atau email pembeli lama. Pastikan kamu punya izin memakainya sesuai aturan perlindungan data.
Detail teknis tiap sumber ada di Business Help Center milik Meta, dan istilah resminya custom audience.
Bagaimana menyusun urutan retargeting yang masuk akal?
Semakin dekat orangnya ke pembelian, semakin tegas ajakannya.
| Kelompok | Isi iklan yang cocok |
|---|---|
| Menonton video, belum ke situs | Perkenalan produk yang lebih dalam, bukti pemakaian |
| Mengunjungi situs, belum lihat produk | Tunjukkan produk yang paling laku |
| Melihat produk, belum masuk keranjang | Jawab keberatan: harga, ongkir, garansi |
| Masuk keranjang, belum bayar | Ajakan langsung dengan alasan untuk sekarang |
| Sudah pernah beli | Produk pelengkap atau pembelian ulang |
Tidak semua toko perlu lima lapis. Kalau jumlah pengunjungmu masih kecil, dua kelompok saja sudah cukup: pernah berinteraksi, dan pernah membeli. Terlalu banyak lapis dengan audiens kecil justru membuat tiap adset kelaparan data, dan kami membahas akibatnya di berapa adset dalam satu campaign.
Kesalahan apa yang membuat retargeting jadi mahal?
- Audiens terlalu kecil, budget terlalu besar. Uang banyak yang dikejar ke sedikit orang berarti orang yang sama melihat iklanmu berkali-kali. Angka frekuensinya naik, harganya ikut naik, dan orangnya bosan. Batas yang masuk akal ada di frekuensi iklan Facebook ideal dan istilahnya di kamus frekuensi.
- Materinya sama persis dengan iklan untuk orang baru. Mereka sudah melihat iklan itu. Mengulanginya bukan mengingatkan, itu membuang giliran.
- Tidak mengeluarkan pembeli lama. Menawarkan produk yang baru saja dibeli seseorang adalah cara cepat membuat orang kesal, dan uangnya terbuang.
- Alat ukur setengah terpasang. Kalau event kunjungan tidak terkirim dengan benar, audiensmu berisi campuran yang tidak jelas dan hasilnya ikut kabur.
Kapan retargeting belum layak dipasang?
Kalau kolammu masih kosong. Retargeting dengan tiga ratus orang di dalamnya tidak akan menghasilkan apa-apa selain frekuensi tinggi.
Urutan yang masuk akal untuk toko baru:
- Pasang alat ukurnya lebih dulu, walau belum dipakai. Data mulai terkumpul sejak hari pertama, dan kamu tidak bisa mengambil data masa lalu.
- Jalankan iklan ke audiens yang lebih luas untuk mengisi kolam. Panduannya di target audiens iklan Facebook.
- Begitu kolammu cukup, nyalakan retargeting dengan budget kecil dulu.
Yang perlu dijaga sesudahnya: retargeting hampir selalu terlihat paling bagus di laporan, karena orang yang memang sudah mau membeli terhitung di sana. Jangan memindahkan seluruh budget ke situ hanya karena angkanya cantik. Cara membaca angkanya tanpa tertipu kami tulis di analisis Meta Ads untuk pemilik bisnis.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apa itu retargeting di Facebook Ads?
Retargeting adalah menayangkan iklan khusus kepada orang yang sudah pernah berhubungan denganmu: mengunjungi situs, menonton video sampai sekian detik, berinteraksi dengan halaman Facebook atau Instagram, atau pernah mengirim pesan. Mereka sudah kenal produkmu, jadi iklannya tidak perlu memperkenalkan apa pun dan biayanya biasanya jauh lebih murah per penjualan.
Berapa jumlah audiens minimal untuk retargeting?
Sebagai patokan praktis, audiens di bawah seribu orang biasanya terlalu kecil untuk berjalan efisien: penayangannya sedikit, harganya mahal, dan orang yang sama melihat iklanmu berulang-ulang. Kalau jumlahnya belum cukup, perpanjang rentang harinya, misalnya dari 30 hari menjadi 90 hari, atau gabungkan beberapa sumber.
Bisakah retargeting tanpa situs web?
Bisa. Sumber audiens yang tidak butuh situs: penonton video, orang yang berinteraksi dengan halaman Facebook, pengunjung profil Instagram, orang yang pernah mengirim pesan, dan daftar pelanggan yang kamu unggah sendiri. Untuk penjual yang mengandalkan WhatsApp atau marketplace, empat sumber pertama itu yang paling sering dipakai.
Kenapa biaya retargeting saya justru mahal?
Biasanya karena audiensnya terlalu kecil sehingga orang yang sama melihat iklanmu berkali-kali. Angka frekuensi yang tinggi menaikkan harga tayang dan membuat orang bosan. Perbaikannya: perbesar audiensnya, kurangi budget harian di adset retargeting, atau ganti materinya lebih sering.
