Sebagian besar tutorial targeting yang beredar ditulis untuk sistem iklan yang sudah tidak ada lagi.
Dulu, saat sistem belum pandai menebak, pekerjaan pengiklan memang menunjuk orangnya satu per satu: umur segini, minatnya ini, perilakunya itu. Sekarang sistem Meta membaca sinyal hasil dan mencari sendiri pola pembelinya, dan pekerjaan itu ia lakukan jauh lebih cepat daripada tebakan siapa pun.
Yang belum berubah: cara orang mengajarkan targeting.
Kenapa menumpuk minat sekarang sering merugikan?
Tiga akibat langsung, dan ketiganya menaikkan biaya per hasil.
- Kolamnya mengecil. Tiap penyaring memotong jumlah orang yang bisa dijangkau. Kolam kecil berarti sistem punya sedikit pilihan, dan sedikit pilihan berarti harga tayang naik.
- Kamu berebut di kolam yang paling ramai. Minat populer seperti "belanja online" atau "kecantikan" dipakai ribuan pengiklan lain. Kamu bukan sedang menyempitkan, kamu sedang mengantre di pintu yang sama.
- Fase belajar jadi lambat. Hasil yang jarang membuat sistem butuh waktu lebih lama untuk menemukan polanya, dan selama itu biaya per hasilmu tinggi. Latar belakangnya di fase pembelajaran Facebook Ads.
Efek ketiganya berujung ke satu tempat: CPM naik. Kami menulis penyebab lain harga tayang naik di kenapa CPM Facebook mahal.
Penyaring apa yang tetap wajib dipakai?
Menyempitkan tidak selalu salah. Yang salah adalah menyempitkan karena kebiasaan, bukan karena alasan bisnis.
| Penyaring | Wajib kalau |
|---|---|
| Lokasi | Pengirimanmu terbatas, atau kamu punya toko fisik |
| Bahasa | Materimu cuma masuk akal untuk pembaca bahasa tertentu |
| Usia | Produkmu punya batas usia legal atau memang khusus umur |
| Pengecualian | Kamu tidak mau menyasar pembeli lama untuk penawaran baru |
Selain empat itu, tanya dulu: kalau orang di luar penyaring ini ternyata membeli, apakah aku menolak uangnya? Kalau jawabannya tidak, penyaring itu sebaiknya dibuang.
Urutan audiens mana yang paling murah dikonversi?
Dari yang paling dekat ke yang paling jauh:
- Pembeli lama dan orang yang pernah chat. Paling kecil jumlahnya, paling besar peluangnya.
- Pengunjung situs dan penonton video. Mereka sudah kenal, tinggal diingatkan. Cara memakainya di retargeting Facebook Ads.
- Audiens serupa dari daftar pembeli. Berguna kalau daftar sumbernya benar-benar pembeli, bukan sekadar pengunjung.
- Audiens luas. Untuk mencari pembeli yang belum kenal sama sekali.
Kesalahan yang sering terjadi: seluruh budget ditaruh di nomor empat, lalu heran kenapa mahal. Atau sebaliknya, seluruh budget ditaruh di nomor satu, lalu heran kenapa penjualannya tidak tumbuh. Kelompok pertama akan habis dalam beberapa minggu kalau tidak ada aliran orang baru yang masuk.
Apa yang menentukan sistem menemukan pembeli yang benar?
Bukan daftar minatmu, melainkan kualitas sinyal hasil yang kamu kirim.
Kalau alat ukurmu mengirim event pembelian dengan nilai yang benar, sistem tahu persis siapa yang membeli dan berapa nilainya, lalu mencari orang yang mirip. Kalau alat ukurmu setengah terpasang, sistem belajar dari data yang bolong, dan hasilnya persis seperti tebakan.
Karena itu urutan yang benar biasanya begini:
- Pastikan alat ukur hidup dan nilainya terkirim. Langkahnya di cara pasang pixel Meta.
- Pastikan tujuan campaign-mu mengejar hasil yang benar, bukan sekadar klik.
- Baru bicara audiens.
Membalik urutan ini membuat orang menghabiskan berminggu-minggu menyetel audiens untuk sistem yang sedang buta.
Bagaimana menguji audiens tanpa menghabiskan uang?
Aturan mainnya sederhana: satu perbedaan per pengujian, dan beri waktu yang cukup.
- Jangan menguji lima audiens sekaligus dengan budget kecil. Masing-masing tidak akan mengumpulkan hasil yang cukup untuk dinilai, dan kamu memutuskan dari kebetulan.
- Jangan menghakimi setelah dua hari. Batas jumlah hasil yang layak dinilai kami bahas di kapan iklan disebut boncos.
- Bandingkan audiens dalam campaign yang sama dan tujuan yang sama. Membandingkan lintas tujuan itu membandingkan dua hal berbeda.
Cara menyusun pengujiannya secara rapi kami tulis di A/B testing iklan Facebook, dan pilihan opsi targeting resmi Meta ada di Business Help Center.
Kalau kamu ingin tahu audiens mana yang sedang menyedot uang tanpa hasil, itu perbandingan yang harus dilakukan tiap minggu di tiap campaign. Pekerjaan berulang seperti itu yang kami otomatiskan di PahamAds, termasuk rincian per usia dan gender yang kami bahas di breakdown usia gender Meta Ads.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Lebih baik target audiens luas atau sempit di Facebook Ads?
Untuk kebanyakan produk konsumen, mulai luas lebih masuk akal sekarang. Sistem Meta belajar dari siapa yang benar-benar membeli, dan itu butuh ruang untuk mencari. Menyempitkan tetap benar kalau ada alasan bisnis yang nyata: jangkauan pengiriman terbatas, produk untuk profesi tertentu, atau batas usia legal.
Apakah menumpuk banyak minat membuat iklan lebih tepat sasaran?
Tidak selalu, dan sering sebaliknya. Menumpuk banyak penyaring memperkecil kolam orang yang bisa dijangkau, menaikkan harga tayang karena kamu bersaing di kolam yang sama dengan pengiklan lain, dan memperlambat fase belajar karena hasilnya jarang. Satu atau dua lapis penyaring biasanya cukup.
Audiens apa yang paling efektif untuk jualan?
Yang paling efektif hampir selalu orang yang sudah pernah berhubungan denganmu: pengunjung situs, penonton video, orang yang pernah chat, dan daftar pelanggan lama. Kelompok ini kecil tapi paling murah dikonversi. Sesudahnya baru audiens serupa dan audiens luas untuk mencari pembeli baru.
Apakah audiens serupa masih berguna?
Masih, terutama kalau daftar sumbernya berkualitas, misalnya daftar pembeli yang benar-benar membayar, bukan sekadar pengunjung. Tapi jangan menganggapnya jimat. Di banyak akun sekarang, audiens luas dengan alat ukur yang benar bekerja setara atau lebih baik, karena sistemnya sudah cukup pintar mencari sendiri.
