Semua artikel
Diperbarui 5 menit baca

Ditulis Tim PahamAds, yang tiap hari membaca data akun iklan Meta pengguna PahamAds

Kenapa CPM Facebook makin mahal? Ini cara menekannya

CPM naik bukan selalu berarti iklanmu rusak. Sebagian penyebabnya di luar kendalimu, sebagian lagi persis di tanganmu. Ini cara membedakannya, supaya kamu tidak membongkar iklan yang sebenarnya baik-baik saja.

Pasar yang padat oleh pembeli dan pedagang

CPM naik, dan yang pertama muncul di kepala biasanya: iklan saya kenapa ini?

Sebelum membongkar apa pun, satu hal perlu diluruskan. CPM itu harga sewa perhatian, yaitu berapa yang kamu bayar untuk seribu kali iklanmu tampil. CPM berhenti jauh sebelum untung, dan tidak menilai iklanmu bagus atau jelek. Naiknya pun tidak otomatis berarti ada yang rusak.

Ada iklan dengan CPM mahal yang tetap menguntungkan, dan ada iklan dengan CPM murah yang membakar uang. Yang membedakan bukan harga sewanya, tapi apa yang kamu dapat setelah menyewanya.

Jadi urutannya begini. Pahami dulu penyebab CPM naik, lalu pisahkan mana yang bisa kamu kendalikan. Baru putuskan apakah ini perlu ditangani atau cuma kenyataan pasar yang harus diterima.

Penyebab yang di luar kendalimu

Musim ramai

Ini penyebab nomor satu, dan yang paling sering disalahartikan sebagai masalah teknis.

Ruang iklan Meta itu lelang. Lawanmu di lelang itu pengiklan lain yang memperebutkan perhatian orang yang sama. Kalau jumlah pengiklan naik sementara jumlah orang yang menggulir tetap, harganya naik. Sesederhana itu.

Di Indonesia, lonjakannya cukup bisa ditebak: menjelang Ramadan dan Lebaran, tanggal kembar seperti 9.9, 10.10, 11.11, 12.12, Harbolnas, plus periode akhir tahun. Di masa-masa itu CPM naik untuk semua orang, termasuk pengiklan yang tidak mengubah apa pun.

Kalau CPM-mu naik bersamaan dengan musim seperti ini, jangan bongkar iklanmu. Yang perlu kamu lakukan cuma satu: cek apakah biaya per hasilnya masih di bawah titik impasmu. Kalau masih, iklan itu tetap menguntungkan walau CPM-nya lebih mahal dari bulan lalu.

Kategori dan lokasi

Kategori dengan margin besar seperti properti, keuangan, serta pendidikan mampu membayar lebih tinggi, jadi CPM di ruang yang mereka perebutkan memang lebih mahal. Menargetkan kota besar juga lebih mahal daripada kota kecil karena lebih banyak pengiklan berebut di sana.

Ini bukan sesuatu yang bisa kamu "perbaiki". Ini konteks yang perlu kamu masukkan ke dalam hitungan.

Penyebab yang ada di tanganmu

Ini bagian yang berguna, karena di sini kamu benar-benar bisa berbuat sesuatu.

Audiensmu terlalu sempit

Makin sempit kolamnya, makin sengit perebutan untuk orang yang sedikit itu, dan makin mahal harganya. Menumpuk beberapa minat sekaligus ditambah umur sempit ditambah satu kota kecil adalah resep CPM mahal yang dibuat sendiri.

Coba luaskan. Untuk kebanyakan produk konsumen, audiens yang lebih luas dengan kreatif yang tepat justru lebih murah dan lebih stabil. Sistemnya punya ruang mencari orang yang paling mungkin merespons.

Frekuensinya sudah tinggi

Frekuensi adalah rata-rata berapa kali satu orang melihat iklanmu. Kalau angkanya sudah di atas tiga sampai empat dalam periode pendek, artinya kamu memutar iklan yang sama ke orang yang itu-itu lagi.

Efeknya berlapis. Orang berhenti merespons, interaksi turun, dan sistem menilai iklanmu makin tidak menarik, sehingga biaya menayangkannya naik. CPM naik dan hasil turun bersamaan.

Obatnya kreatif baru atau audiens yang lebih luas. Bukan menaikkan budget, karena itu justru mempercepat kelelahan audiensnya.

Kreatifmu melemah

Sistem lelang Meta tidak cuma melihat siapa yang berani bayar mahal. Lelangnya juga memperhitungkan seberapa besar kemungkinan orang merespons iklanmu. Iklan yang membuat orang berhenti, menonton, serta mengeklik akan mendapat harga yang lebih baik daripada iklan yang dilewati begitu saja.

Artinya kreatif yang bagus itu diskon nyata di lelang, di luar soal selera. Kalau CTR-mu turun pelan-pelan selama beberapa minggu, CPM yang naik itu akibatnya, dan CTR itu akarnya. Cara membaca angkanya, termasuk kolom CTR mana yang sebenarnya harus kamu lihat, ada di CTR iklan Facebook yang bagus itu berapa.

Kamu terlalu sering mengubah adset

Tiap perubahan besar pada adset, misalnya ganti audiens, ganti optimasi, atau lonjakan budget, mengembalikannya ke fase pembelajaran. Di fase itu biayanya memang lebih mahal karena sistemnya sedang coba-coba lagi.

Kalau kamu mengubah sesuatu tiap dua hari karena panik melihat angka, kamu membuat iklanmu hidup selamanya di fase paling mahal. Bahasannya di fase pembelajaran Facebook Ads.

Kamu bersaing dengan dirimu sendiri

Kalau beberapa adset di akunmu menargetkan audiens yang saling tumpang tindih, mereka ikut lelang yang sama untuk orang yang sama. Kamu menaikkan harga untuk dirimu sendiri. Ini sering terjadi saat orang membuat banyak adset dengan minat yang mirip, mengira itu memperluas jangkauan.

Cara membaca CPM yang benar

Berhenti mencari "CPM normal berapa" di internet. Angka rata-rata industri tidak berguna, karena isinya campuran kategori, negara, penempatan, sampai musim yang sama sekali berbeda.

Penempatan pantas diperiksa sendiri, termasuk Marketplace, yang sering ikut menyala tanpa disadari lewat penempatan otomatis. Cara memisahkan angkanya dari angka jualan organik dibahas di aplikasi Seller dan bedanya dengan Ads Manager.

Patokan yang berguna cuma satu: CPM akunmu sendiri di periode sebelumnya. Kalau CPM-mu biasanya di kisaran tertentu selama tiga bulan lalu minggu ini naik 40 persen, itu sinyal nyata. Kalau CPM-mu lebih tinggi dari angka yang kamu baca di blog orang lain, itu belum tentu berarti apa-apa.

Dan pertanyaan terakhirnya selalu sama: apakah biaya per hasilnya masih di bawah titik impasmu?

CPM naik tapi biaya per pembelian tetap di bawah titik impas berarti iklanmu masih untung, dan tidak perlu disentuh. CPM turun tapi biaya per pembelian di atas titik impas berarti kamu membeli perhatian murah dari orang yang salah. Yang menentukan nasibmu selalu angka kedua.

Cara menghitung titik impasmu ada di ROAS yang bagus itu berapa.

Ringkasnya

CPM naik karena musim, kategori, atau lokasi: terima, lalu sesuaikan targetmu. Jangan bongkar iklan yang tidak rusak.

CPM naik karena audiens sempit, frekuensi tinggi, kreatif melemah, atau kamu terlalu sering mengutak-atik: itu yang perlu dikerjakan.

Dan apa pun penyebabnya, jangan pernah memvonis iklan dari CPM saja. CPM cuma harga masuk. Yang menentukan kamu untung atau rugi adalah apa yang terjadi setelah orang masuk.

Kalau kamu mau tahu penyebabnya tanpa menebak

Membedakan "CPM naik karena musim" dan "CPM naik karena kreatifku melemah" butuh membandingkan beberapa angka sekaligus lintas waktu. CPM, frekuensi, CTR, serta biaya per hasil, per adset, dibandingkan dengan periode yang sama sebelumnya.

Itu yang dikerjakan PahamAds tiap hari. PahamAds membaca akun Meta Ads-mu dan memisahkan mana kenaikan yang wajar dan mana yang sinyal masalah. Adset atau iklan penyebabnya ditunjuk, lalu langkahmu ditulis dalam bahasa manusia. Read-only, jadi iklanmu tidak pernah kami sentuh.

Baca apa itu PahamAds, atau lanjut ke kenapa iklan Facebook tidak ada hasil kalau masalahmu lebih luas dari sekadar CPM.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Kenapa CPM Facebook saya tiba-tiba naik?

Penyebabnya bisa dari luar atau dari dalam akunmu. Dari luar: musim ramai seperti Harbolnas, Ramadan, sampai akhir tahun membuat lelang lebih sengit sehingga semua pengiklan membayar lebih mahal. Dari dalam ada empat. Audiens terlalu sempit, frekuensi sudah tinggi, kreatif melemah sehingga sistem membayar lebih untuk menayangkannya, atau adset yang baru kamu ubah sehingga kembali ke fase pembelajaran.

CPM berapa yang normal untuk Facebook Ads di Indonesia?

Tidak ada satu angka normal, karena CPM berbeda jauh antar kategori, antar penempatan, dan antar musim. Patokan yang berguna datang dari akunmu sendiri, yaitu CPM di bulan-bulan sebelumnya. Kenaikan 20 persen dari CPM biasamu jauh lebih berarti daripada perbandingan dengan angka milik orang lain.

Apakah CPM mahal berarti iklan saya rugi?

Tidak selalu. CPM cuma harga sewa perhatian, berhenti jauh sebelum untung. Iklan dengan CPM mahal tapi biaya per pembelian di bawah titik impasmu tetap menguntungkan. Sebaliknya, CPM murah yang tidak menghasilkan penjualan berarti kamu membeli perhatian murah dari orang yang salah. Nilai iklan dari biaya per hasilnya.

Bagaimana cara menurunkan CPM Facebook Ads?

Perbaiki kreatif supaya orang berhenti dan berinteraksi, lalu luaskan audiens supaya lelangnya tidak terlalu sempit. Ganti kreatif saat frekuensi sudah tinggi. Hindari mengubah adset terlalu sering, karena tiap perubahan besar mengembalikannya ke fase pembelajaran. Kalau kenaikannya musiman, menekan CPM tidak realistis, yang benar adalah menyesuaikan target biaya per hasil.

Baca juga

Mau tahu iklanmu sehat atau boncos, tanpa hitung manual?

PahamAds membaca akun iklanmu dan bilang, dalam bahasa manusia, mana yang balik modal, mana yang bakar uang, dan apa langkahmu hari ini. Gratis buat mulai.

Coba gratis