Semua artikel
6 menit baca

CTR iklan Facebook yang bagus itu berapa? Cek dulu kolom mana yang kamu baca

Banyak yang mengejar patokan CTR 2% tanpa sadar Ads Manager punya dua kolom CTR yang isinya beda jauh. Salah kolom, salah kesimpulan: iklan yang sebenarnya sehat diganti, yang clickbait malah dipelihara. Ini cara membaca CTR yang benar, patokan angkanya, dan kapan CTR tinggi justru tanda bahaya.

Dua orang berhenti menatap etalase butik yang terang di malam hari tanpa masuk ke tokonya

Jawaban singkat

CTR tautan sekitar 2% umumnya dianggap sehat, 1% sampai 2% wajar, di bawah 1% layak dicek materi iklannya. Angka itu cuma berlaku untuk kolom CTR (link click-through rate), bukan CTR (all) yang ikut menghitung suka dan komentar. Meta tidak menerbitkan patokan resmi, jadi pembanding paling jujur adalah riwayat akunmu sendiri, dan yang menentukan untung rugi tetap biaya per hasil.

Cari "CTR iklan Facebook yang bagus" di Google dan kamu akan menemukan angka yang itu-itu saja: minimal 2%, kalau bisa 3%, di bawah 1% berarti iklanmu jelek. Lalu kamu buka Ads Manager, lihat kolom CTR, dan mulai menghakimi iklanmu dari angka itu.

Ada dua masalah dengan kebiasaan ini, dan dua-duanya bikin keputusanmu salah arah.

Pertama, Ads Manager punya dua kolom CTR yang isinya beda jauh, dan kebanyakan orang membaca kolom yang salah. Kedua, CTR bukan angka yang menentukan untung rugi. Ada iklan ber-CTR 3% yang membakar uang dan iklan ber-CTR 1% yang jadi mesin penjualan. Kalau kamu cuma mengejar CTR tinggi, kamu bisa mematikan iklan yang salah.

Artikel ini membereskan dua-duanya: kolom mana yang seharusnya kamu baca, patokan angka yang masuk akal, dan cara memakai CTR sebagaimana fungsinya, yaitu alat penunjuk letak masalah, bukan piala.

Apa bedanya CTR (all) dan CTR tautan di Ads Manager?

Buka Ads Manager, dan di daftar kolom kamu akan menemukan setidaknya dua versi CTR:

KolomYang dihitung
CTR (all)Semua sentuhan di iklanmu: menekan suka, membuka komentar, memperbesar gambar, mengeklik nama halamanmu, termasuk klik tautan.
CTR (link click-through rate)Hanya orang yang mengeklik tautan menuju tujuan iklanmu: website, WhatsApp, atau halaman produk.

Bedanya bukan soal teknis. Bedanya soal siapa yang kamu hitung. Definisi lengkap tiap istilahnya ada di kamus kami: CTR, tayangan, dan CPC.

Orang yang menekan suka lalu terus menggulir itu bukan calon pembeli. Orang yang membuka komentar untuk membaca keributan juga bukan. Yang mendekat ke kasirmu cuma satu jenis: orang yang mengeklik tautannya. Karena itu, untuk menilai apakah iklan mendatangkan calon pembeli, kolom yang dibaca adalah CTR tautan.

Ini penting karena CTR (all) hampir selalu jauh lebih tinggi. Iklan yang ramai komentar bisa punya CTR (all) 4% dengan CTR tautan cuma 0,6%. Kalau kamu membaca kolom pertama, iklan itu terlihat luar biasa. Padahal dari seratus orang yang "mengeklik", yang benar-benar melihat produkmu tidak sampai seperlimanya.

CTR iklan Facebook yang bagus itu berapa persen?

Sekarang soal angka. Satu hal yang jarang disebut: Meta tidak pernah menerbitkan patokan CTR resmi. Dokumentasi resminya, Ads Insights API untuk pengembang dan Business Help Center untuk pengiklan, mendefinisikan cara metrik ini dihitung dan tidak menyebut satu pun angka "sehat". Semua patokan "CTR yang bagus" yang beredar di internet adalah kebiasaan praktisi dan rata-rata dari laporan pihak ketiga, bukan aturan dari platformnya.

Dengan kejujuran itu, patokan kasar yang lazim dipakai untuk CTR tautan:

CTR tautanCara membacanya
2% ke atasMateri iklanmu menangkap perhatian dengan baik.
1% sampai 2%Wajar. Bukan alasan panik, bukan juga alasan puas.
Di bawah 1%Layak dicek: gambar dan kalimat pembukanya nyangkut atau lewat begitu saja?

Tapi patokan ini titik awal, bukan vonis, karena CTR yang pantas berbeda menurut keadaan iklannya:

  • Iklan ke orang yang sudah kenal tokomu (pengunjung website, pelanggan lama) wajar punya CTR jauh di atas 2%. Mereka sudah tahu kamu siapa.
  • Iklan ke orang yang benar-benar baru wajar lebih rendah. Kamu sedang menyapa orang asing.
  • Iklan yang tujuannya bukan klik tidak adil dinilai pakai CTR tautan sama sekali. Campaign yang kamu setel untuk jangkauan atau tontonan video memang tidak sedang mengejar klik, dan menghakiminya dengan ukuran klik sama seperti menilai penjaga gawang dari jumlah golnya.

Satu angka, tiga arti yang berbeda. Karena itu berhenti membandingkan CTR-mu dengan angka orang lain di grup Facebook. Bandingkan dengan riwayat akunmu sendiri: CTR iklan barumu melawan CTR iklan-iklanmu yang terbukti menghasilkan.

Kenapa CTR tinggi tapi tidak ada penjualan?

Ini bagian yang paling jarang diceritakan, karena bertentangan dengan naluri: CTR tinggi bisa jadi tanda bahaya.

Gambar yang memancing rasa penasaran, judul yang berlebihan, atau harga coret yang tidak sungguhan bisa mengundang banjir klik. Kliknya datang dari orang yang penasaran, bukan orang yang berniat beli. Angka klik terlihat cantik, biaya per klik terasa murah, dan uangmu habis pelan-pelan tanpa satu pun penjualan.

Bandingkan dua iklan ini, dua-duanya menghabiskan Rp1.000.000 dan dilihat 100.000 kali:

IklanA (clickbait)B (jujur)
CTR tautan3%1%
Klik tautan3.0001.000
Biaya per klikRp333Rp1.000
Order015
Biaya per orderTak terhinggaRp66.667

Dilihat dari CTR dan biaya per klik, iklan A menang telak. Dilihat dari satu-satunya angka yang mampir ke rekeningmu, iklan A tidak menghasilkan apa-apa. Kalau kamu mengejar CTR sebagai tujuan, kamu akan mematikan iklan B dan menaikkan budget iklan A. Itu keputusan yang tepat menurut angka yang salah.

Jadi tiap kali CTR-mu tinggi tapi penjualan sepi, jangan senang dulu. Cek dulu janji di iklanmu: apakah orang yang mengeklik menemukan hal yang sama dengan yang dijanjikan? Kalau tidak, kamu sedang membayar untuk rasa penasaran orang, bukan untuk niat belinya. Cerita lengkap soal iklan yang kelihatan ramai tapi hasilnya kosong ada di kenapa iklan Facebook tidak ada hasil.

Apakah CTR rendah berarti iklan harus diganti?

Kebalikannya juga berlaku. Iklan dengan CTR 0,9% yang tiap minggunya mendatangkan order dengan biaya masuk akal itu bukan masalah yang harus diperbaiki. Dia cuma iklan yang bicara ke audiens yang tepat dengan cara yang tidak heboh.

Yang menentukan hidup mati iklan adalah biaya per hasil dibanding untung per penjualanmu, bukan CTR. Cara menghitung batas untung ruginya sudah kami tulis di ROAS yang bagus itu berapa, dan kapan angka di bawah garis itu layak jadi keputusan ada di kapan iklan Facebook harus dimatikan.

CTR baru jadi alasan bertindak kalau dia rendah dan biaya per hasilmu ikut berat. Di kombinasi itu, materi iklanmu memang tidak menangkap perhatian, dan tiap tayangan yang diabaikan tetap kamu bayar.

Bagaimana cara memakai CTR untuk menemukan letak masalah?

Fungsi CTR yang sebenarnya bukan piala yang dikejar, melainkan penunjuk arah saat hasil iklanmu memburuk. Dia menjawab satu pertanyaan: masalahnya di iklan, atau setelah iklan?

Yang kamu lihatKemungkinan letak masalah
CTR tautan rendah sejak awal, CPM wajarMateri iklan. Gambar dan kalimat pembukanya tidak menghentikan jempol orang.
CTR tautan sehat, hasil tetap nolSetelah iklan: halaman tujuan lambat, harga kaget, atau janji iklan tidak ditepati.
CTR dulu bagus lalu turun pelan, frekuensi naikAudiens yang sama sudah melihat iklanmu berulang kali dan mulai kebal.
CTR (all) tinggi, CTR tautan rendahOrang menikmati postingannya, bukan produknya. Ramai di komentar, sepi di kasir.

Baris pertama juga menjelaskan hubungan CTR dengan biaya: iklan yang terus diabaikan dinilai kurang relevan oleh Meta, dan pelan-pelan membayar CPM lebih mahal untuk tayangan yang sama. Kalau biaya tayangmu terasa naik tanpa sebab, urutan memeriksanya ada di kenapa CPM Facebook mahal.

Rangkuman

Tiga hal yang layak dibawa pulang. Pertama, baca CTR tautan, bukan CTR (all); selisih keduanya adalah orang-orang yang tidak pernah berniat melihat produkmu. Kedua, patokan sekitar 2% itu titik awal untuk membandingkan, bukan garis lulus tidak lulus; pembanding yang paling jujur adalah riwayat akunmu sendiri. Ketiga, CTR tidak menentukan untung rugi; dia penunjuk letak masalah, dan keputusan mematikan atau membesarkan iklan diambil dari biaya per hasil.

Kalau kamu tidak mau memelototi dua kolom CTR, frekuensi, dan biaya per hasil tiap pagi, pekerjaan itu yang kami kerjakan di PahamAds: kami baca akun iklanmu, bedakan iklan yang sekadar ramai dari yang benar-benar menghasilkan, lalu tunjukkan letak masalahnya dalam bahasa manusia. Penjelasan produknya di apa itu PahamAds.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

CTR iklan Facebook yang bagus itu berapa persen?

Untuk CTR tautan (link click-through rate), patokan kasarnya begini: sekitar 2% itu sehat, 1% sampai 2% itu wajar, dan di bawah 1% layak dicek materi iklannya. Tapi ini titik awal, bukan vonis. CTR yang pantas berbeda menurut audiensnya: iklan ke orang yang sudah kenal tokomu wajar punya CTR jauh lebih tinggi daripada iklan ke orang yang baru pertama kali melihatmu. Meta sendiri tidak pernah menerbitkan patokan CTR resmi, jadi semua angka patokan yang beredar adalah kebiasaan praktisi, bukan aturan.

Apa bedanya CTR (all) dan CTR (link click-through rate) di Ads Manager?

CTR (all) menghitung semua sentuhan di iklanmu: menekan suka, membuka komentar, memperbesar gambar, mengeklik nama halamanmu, termasuk klik tautannya. CTR (link click-through rate) cuma menghitung orang yang benar-benar mengeklik tautan menuju tujuan iklanmu. Untuk menilai apakah iklan mendatangkan calon pembeli, yang dibaca adalah CTR tautan. CTR (all) hampir selalu lebih tinggi, dan memakai angka itu membuat iklan terlihat lebih menarik dari kenyataannya.

Kenapa CTR iklan saya tinggi tapi tidak ada penjualan?

CTR mengukur seberapa menggoda iklanmu, bukan seberapa cocok orang yang datang. Gambar yang memancing rasa penasaran atau janji yang berlebihan bisa mengundang banyak klik dari orang yang tidak pernah berniat beli. Klik terasa murah, tapi biaya per penjualan justru membengkak karena tidak ada satu pun klik yang berujung order. Kalau CTR-mu sehat tapi penjualan nol, masalahnya biasanya bukan di iklan lagi: cek halaman tujuannya, harganya, dan apakah janji di iklan sama dengan yang orang temukan setelah mengeklik.

Apakah CTR rendah berarti iklan harus diganti?

Belum tentu. Yang menentukan untung rugi adalah biaya per hasil, bukan CTR. Iklan dengan CTR 1% yang menghasilkan penjualan dengan biaya masuk akal lebih layak dipertahankan daripada iklan CTR 3% yang penjualannya nol. CTR baru jadi alasan bertindak kalau ia rendah DAN biaya per hasilmu ikut berat, karena di kombinasi itu materi iklannya memang tidak menangkap perhatian siapa pun.

Apakah CTR mempengaruhi biaya iklan Facebook?

Ya, secara tidak langsung. Meta menilai mutu iklan salah satunya dari cara orang meresponsnya. Iklan yang terus diabaikan dinilai kurang relevan, dan iklan yang kurang relevan harus membayar lebih mahal untuk memenangkan tayangan yang sama. Makanya CTR yang rendah sering datang berbarengan dengan CPM yang pelan-pelan naik. Tapi arah memperbaikinya tetap dari materi iklan, bukan dari mengejar angka CTR sebagai tujuan.

Baca juga

Mau tahu iklanmu sehat atau boncos, tanpa hitung manual?

PahamAds membaca akun iklanmu dan bilang, dalam bahasa manusia, mana yang balik modal, mana yang bakar uang, dan apa langkahmu hari ini. Read-only, tidak pernah mengubah iklanmu. Pendaftaran baru lagi ditutup sementara.

Masuk