Semua artikel
Diperbarui 3 menit baca

Ditulis Tim PahamAds, yang tiap hari membaca data akun iklan Meta pengguna PahamAds

Frekuensi iklan Facebook yang ideal berapa? Beda tiap audiens

Patokan frekuensi maksimal 3 dipakai di mana-mana tanpa menyebut untuk audiens apa. Padahal batas yang wajar untuk orang baru berbeda jauh dari batas untuk pembeli lama. Ini cara membacanya dan tanda materimu sudah lelah.

Poster yang sama tertempel berulang memenuhi dinding

Jawaban singkat

Frekuensi iklan Facebook menghitung rata-rata berapa kali satu orang melihat iklanmu. Untuk audiens baru, di atas sekitar 2 sampai 3 dalam seminggu sudah layak diperhatikan. Untuk retargeting, angka lebih tinggi masih wajar karena kelompoknya kecil dan sengaja diingatkan. Yang menentukan adalah apakah biaya per hasil ikut memburuk saat frekuensinya naik.

Patokan "frekuensi jangan lebih dari 3" beredar di hampir semua tutorial. Yang hampir tidak pernah ikut disebut: untuk audiens yang mana, dan dalam rentang berapa hari.

Tanpa dua keterangan itu, angkanya bisa menyesatkan ke dua arah. Kamu mematikan iklan retargeting yang sehat karena frekuensinya 5, dan membiarkan iklan ke audiens baru yang sudah melelahkan orang karena frekuensinya baru 2,8.

Apa yang sebenarnya dihitung frekuensi iklan Facebook?

Frekuensi adalah rata-rata berapa kali satu orang melihat iklanmu dalam rentang tanggal yang sedang kamu lihat. Rumusnya tayangan dibagi jangkauan. Definisi resminya ada di Ads Insights API, dan istilahnya kami rangkum di kamus frekuensi, tayangan, dan jangkauan.

Dua hal yang sering salah dipahami:

  • Ini rata-rata, jadi sebarannya bisa timpang. Frekuensi 3 bisa berarti semua orang melihat 3 kali. Bisa juga sebagian melihat sekali dan sebagian kecil melihat 12 kali. Yang kedua jauh lebih sering terjadi.
  • Angkanya menempel pada rentang tanggal. Frekuensi 4 dalam 30 hari itu ringan. Frekuensi 4 dalam 3 hari itu berat. Selalu sebutkan rentangnya saat membicarakannya.

Berapa batas yang masuk akal untuk tiap audiens?

AudiensRentangBatas yang layak diperhatikanAlasannya
Audiens baru, luas7 hariSekitar 2 sampai 3Orang yang belum kenal cepat merasa dikejar
Audiens serupa7 hariSekitar 3Mirip audiens baru
Pengunjung situs, penonton video7 hariSekitar 4Sudah kenal, tinggal diingatkan
Pembeli lama, penawaran singkat3 hariBoleh lebih tinggiKelompok kecil, tujuannya mengingatkan

Angka-angka ini patokan awal yang masih boleh kamu geser. Yang menentukan tetap satu: apakah biaya per hasilmu ikut memburuk saat frekuensinya naik. Kalau frekuensinya 5 dan biaya per hasil tetap sehat, tidak ada yang perlu diperbaiki.

Kenapa frekuensi tinggi menaikkan biaya iklan?

Tiga tahap yang saling memperparah:

  1. Respons menurun. Orang yang sudah melihat iklanmu tiga kali makin jarang mengeklik. CTR turun.
  2. Sistem menilai relevansimu turun. Iklan yang diabaikan harus membayar lebih untuk memenangkan tayangan yang sama, jadi CPM naik.
  3. Sebagian orang menyembunyikan iklanmu. Sinyal negatif ini ikut menurunkan penilaian mutu iklan di akunmu.

Akibat gabungannya: biaya per hasil naik walau tidak ada yang berubah pada produk maupun harganya. Karena itu frekuensi lebih berguna dibaca sebagai peringatan dini. Angkanya naik lebih dulu, biaya per hasil menyusul beberapa hari kemudian.

Bagaimana cara menurunkannya?

Empat cara yang diurutkan dari efek paling cepat terasa:

  1. Tambah materi baru. Cara paling langsung. Orang yang sama melihat gambar berbeda, dan kelelahannya seperti diatur ulang. Cara memilih materi yang layak diuji ada di A/B testing iklan Facebook.
  2. Perbesar audiensnya. Buang satu lapis penyaring, atau perluas lokasinya. Alasannya di target audiens iklan Facebook.
  3. Turunkan budget di adset itu. Uang yang lebih sedikit ke kolam yang sama berarti tayangan lebih jarang.
  4. Batasi rentang hari untuk retargeting. Misalnya dari 90 hari jadi 30 hari, supaya kamu tidak mengejar orang yang sudah lama tidak tertarik.

Yang sebaiknya tidak dilakukan: mematikan adset hanya karena frekuensinya tinggi, padahal hasilnya masih sehat. Itu membuang mesin yang sedang bekerja.

Kapan frekuensi tinggi justru tanda masalah lain?

Kadang frekuensi tinggi cuma gejala dari masalah lain.

  • Audiens retargeting terlalu kecil. Kolamnya habis, dan uangmu berputar di orang yang itu-itu saja. Perbaikannya menambah aliran orang baru ke kolam itu. Kami bahas di retargeting Facebook Ads.
  • Terlalu banyak adset mengejar orang yang sama. Mereka saling menaikkan harga sendiri di lelang. Rinciannya di berapa adset dalam satu campaign.
  • Materi cuma satu. Satu gambar untuk seluruh campaign berarti tidak ada variasi yang bisa diputar sistem.

Frekuensi termasuk angka yang paling gampang dilupakan karena tidak pernah terlihat mendesak. Angkanya naik pelan, dan biayanya ikut naik pelan. Karena itu frekuensi salah satu hal yang kami pantau otomatis di PahamAds, bersama arah biaya per hasil yang dibahas di CPA wajar berapa.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Frekuensi iklan Facebook yang ideal berapa?

Bergantung audiensnya. Untuk audiens baru, frekuensi di atas sekitar 2 sampai 3 dalam rentang seminggu sudah pantas diperhatikan, karena orang yang belum kenal cepat merasa dikejar. Untuk retargeting, angka 4 sampai 6 masih wajar karena kelompoknya kecil dan tujuannya memang mengingatkan. Yang lebih menentukan: apakah biaya per hasil ikut naik saat frekuensi naik.

Apa akibatnya kalau frekuensi terlalu tinggi?

Tiga hal berurutan. Pertama, respons menurun karena orang sudah melihatnya berkali-kali. Kedua, sistem menilai iklanmu makin kurang relevan sehingga harga tayang naik. Ketiga, sebagian orang menyembunyikan atau melaporkan iklanmu. Laporan seperti itu memperburuk penilaian mutu iklan di akunmu.

Bagaimana cara menurunkan frekuensi iklan?

Perbesar audiensnya, turunkan budget harian di adset itu, tambahkan variasi materi baru, atau batasi rentang harinya untuk audiens retargeting. Yang paling cepat terasa biasanya menambah materi baru, karena orang yang sama melihat gambar berbeda dan hitungan kelelahannya seperti dimulai ulang.

Apakah frekuensi tinggi selalu buruk?

Tidak. Untuk penawaran singkat ke pembeli lama, frekuensi tinggi dalam beberapa hari justru wajar dan efektif. Yang buruk adalah frekuensi tinggi yang berjalan berminggu-minggu ke orang yang sama tanpa hasil bertambah, karena di situ kamu membayar untuk mengganggu.

Baca juga

Mau tahu iklanmu sehat atau boncos, tanpa hitung manual?

PahamAds membaca akun iklanmu dan bilang, dalam bahasa manusia, mana yang balik modal, mana yang bakar uang, dan apa langkahmu hari ini. Gratis buat mulai.

Coba gratis