Patokan "frekuensi jangan lebih dari 3" beredar di hampir semua tutorial, dan hampir tidak pernah disertai keterangan penting: untuk audiens yang mana, dan dalam rentang berapa hari.
Tanpa dua keterangan itu, angkanya bisa menyesatkan ke dua arah. Kamu mematikan iklan retargeting yang sehat karena frekuensinya 5, dan membiarkan iklan ke audiens baru yang sudah melelahkan orang karena frekuensinya baru 2,8.
Apa yang sebenarnya dihitung frekuensi?
Frekuensi adalah rata-rata berapa kali satu orang melihat iklanmu dalam rentang tanggal yang sedang kamu lihat. Rumusnya tayangan dibagi jangkauan. Definisi resminya ada di Ads Insights API, dan istilahnya kami rangkum di kamus frekuensi, tayangan, dan jangkauan.
Dua hal yang sering salah dipahami:
- Ini rata-rata, bukan angka tiap orang. Frekuensi 3 bisa berarti semua orang melihat 3 kali, atau sebagian melihat sekali dan sebagian kecil melihat 12 kali. Yang kedua jauh lebih sering terjadi.
- Angkanya menempel pada rentang tanggal. Frekuensi 4 dalam 30 hari itu ringan. Frekuensi 4 dalam 3 hari itu berat. Selalu sebutkan rentangnya saat membicarakannya.
Berapa batas yang masuk akal untuk tiap audiens?
| Audiens | Rentang | Batas yang layak diperhatikan | Alasannya |
|---|---|---|---|
| Audiens baru, luas | 7 hari | Sekitar 2 sampai 3 | Orang yang belum kenal cepat merasa dikejar |
| Audiens serupa | 7 hari | Sekitar 3 | Mirip audiens baru |
| Pengunjung situs, penonton video | 7 hari | Sekitar 4 | Sudah kenal, tinggal diingatkan |
| Pembeli lama, penawaran singkat | 3 hari | Boleh lebih tinggi | Kelompok kecil, tujuannya mengingatkan |
Angka-angka ini patokan awal, bukan aturan. Yang menentukan tetap satu: apakah biaya per hasilmu ikut memburuk saat frekuensinya naik. Kalau frekuensinya 5 dan biaya per hasil tetap sehat, tidak ada yang perlu diperbaiki.
Kenapa frekuensi tinggi menaikkan biaya iklan?
Berurutan, dan tiap tahap memperparah tahap berikutnya:
- Respons menurun. Orang yang sudah melihat iklanmu tiga kali makin jarang mengeklik. CTR turun.
- Sistem menilai relevansimu turun. Iklan yang diabaikan harus membayar lebih untuk memenangkan tayangan yang sama, jadi CPM naik.
- Sebagian orang menyembunyikan iklanmu. Sinyal negatif ini ikut menurunkan penilaian mutu iklan di akunmu.
Akibat gabungannya: biaya per hasil naik walau tidak ada yang berubah pada produk maupun harganya. Karena itu frekuensi lebih berguna dibaca sebagai peringatan dini, bukan sebagai vonis. Ia naik lebih dulu, biaya per hasil menyusul beberapa hari kemudian.
Bagaimana cara menurunkannya?
Empat cara, diurutkan dari yang efeknya paling cepat terasa:
- Tambah materi baru. Cara paling langsung. Orang yang sama melihat gambar berbeda, dan kelelahannya seperti diatur ulang. Cara memilih materi yang layak diuji ada di A/B testing iklan Facebook.
- Perbesar audiensnya. Buang satu lapis penyaring, atau perluas lokasinya. Alasannya di target audiens iklan Facebook.
- Turunkan budget di adset itu. Uang yang lebih sedikit ke kolam yang sama berarti tayangan lebih jarang.
- Batasi rentang hari untuk retargeting. Misalnya dari 90 hari jadi 30 hari, supaya kamu tidak mengejar orang yang sudah lama tidak tertarik.
Yang sebaiknya tidak dilakukan: mematikan adset hanya karena frekuensinya tinggi, padahal hasilnya masih sehat. Itu membuang mesin yang sedang bekerja.
Kapan frekuensi tinggi justru tanda masalah lain?
Kadang frekuensi tinggi bukan penyebab, melainkan gejala.
- Audiens retargeting terlalu kecil. Kolamnya habis, dan uangmu berputar di orang yang itu-itu saja. Perbaikannya menambah aliran orang baru, bukan mengurangi budget retargeting. Kami bahas di retargeting Facebook Ads.
- Terlalu banyak adset mengejar orang yang sama. Mereka saling menaikkan harga sendiri di lelang. Rinciannya di berapa adset dalam satu campaign.
- Materi cuma satu. Satu gambar untuk seluruh campaign berarti tidak ada variasi yang bisa diputar sistem.
Frekuensi termasuk angka yang paling gampang dilupakan karena ia tidak pernah terlihat mendesak. Ia naik pelan, dan biayanya ikut naik pelan. Karena itu ia salah satu hal yang kami pantau otomatis di PahamAds, bersama arah biaya per hasil yang dibahas di CPA wajar berapa.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Frekuensi iklan Facebook yang ideal berapa?
Bergantung audiensnya. Untuk audiens baru, frekuensi di atas sekitar 2 sampai 3 dalam rentang seminggu sudah pantas diperhatikan, karena orang yang belum kenal cepat merasa dikejar. Untuk retargeting, angka 4 sampai 6 masih wajar karena kelompoknya kecil dan tujuannya memang mengingatkan. Yang lebih menentukan: apakah biaya per hasil ikut naik saat frekuensi naik.
Apa akibatnya kalau frekuensi terlalu tinggi?
Tiga hal berurutan. Pertama, respons menurun karena orang sudah melihatnya berkali-kali. Kedua, sistem menilai iklanmu makin kurang relevan sehingga harga tayang naik. Ketiga, sebagian orang menyembunyikan atau melaporkan iklanmu, dan itu memperburuk penilaian mutu iklan di akunmu.
Bagaimana cara menurunkan frekuensi iklan?
Perbesar audiensnya, turunkan budget harian di adset itu, tambahkan variasi materi baru, atau batasi rentang harinya untuk audiens retargeting. Yang paling cepat terasa biasanya menambah materi baru, karena orang yang sama melihat gambar berbeda dan hitungan kelelahannya seperti dimulai ulang.
Apakah frekuensi tinggi selalu buruk?
Tidak. Untuk penawaran singkat ke pembeli lama, frekuensi tinggi dalam beberapa hari justru wajar dan efektif. Yang buruk adalah frekuensi tinggi yang berjalan berminggu-minggu ke orang yang sama tanpa hasil bertambah, karena di situ kamu membayar untuk mengganggu.
