Ada dua jenis laporan iklan. Yang pertama dipakai untuk membuktikan bahwa pekerjaan sudah dilakukan. Yang kedua dipakai untuk memutuskan apa yang dikerjakan berikutnya.
Kebanyakan laporan iklan Meta yang beredar termasuk jenis pertama. Isinya penuh grafik batang, tabel dengan dua belas kolom, dan tangkapan layar Ads Manager. Rapi, terlihat serius, dan berakhir di folder tanpa satu keputusan pun lahir darinya.
Laporan jenis kedua bentuknya lebih pendek dan lebih tidak nyaman, karena ia harus menyebut angka yang jelek dengan terang.
Apa isi laporan iklan Meta yang benar-benar dipakai?
Enam bagian, dan urutannya dari uang ke tindakan.
| Bagian | Isinya | Kenapa ada |
|---|---|---|
| Periode | Tanggal awal sampai akhir, dan jendela atribusi yang dipakai | Dua laporan dengan jendela berbeda tidak boleh diadu |
| Uang keluar | Total belanja, dipecah per campaign | Penyebut semua penilaian |
| Hasil | Order, prospek, atau chat, disebut apa adanya | Kata "hasil" tanpa jenisnya bikin salah paham |
| Biaya per hasil | Angkanya, disandingkan dengan batas untung rugimu | Angka tanpa pembanding tidak bisa dinilai |
| Perubahan | Naik atau turun dibanding periode sebelumnya, dalam persen | Arah lebih penting daripada potret satu minggu |
| Tindakan | Tiga sampai lima baris, kalimat perintah | Ini satu-satunya bagian yang mengubah hasil bulan depan |
Bagian terakhir yang paling sering hilang. Laporan tanpa daftar tindakan menyerahkan pekerjaan berpikir kepada pembacanya, dan pembacanya sedang mengurus stok, admin, dan pengiriman.
Bagaimana cara menjadwalkan laporan otomatis di Ads Manager?
Ads Manager punya fitur laporan tersimpan yang bisa dikirim berkala ke email. Alurnya begini:
- Susun kolom yang kamu mau di tampilan laporan, lalu simpan susunannya dengan nama yang jelas.
- Atur rentang tanggalnya ke rentang berjalan, misalnya tujuh hari terakhir, bukan tanggal tetap.
- Setel pengiriman terjadwal ke alamat emailmu pada hari dan jam yang kamu pilih.
- Tambahkan penerima lain kalau ada rekan yang ikut memutuskan.
Cara pastinya berubah mengikuti tampilan Ads Manager yang memang sering berganti, jadi rujuk halaman resmi Business Help Center saat menyetelnya. Untuk yang mau menariknya sendiri lewat kode, definisi tiap kolom ada di Ads Insights API.
Yang perlu kamu tahu sejak awal: hasil kirimannya tabel. Tabel tidak pernah bilang "adset ini rugi dan sebaiknya dihentikan". Penilaian itu tetap pekerjaan manusia, atau pekerjaan alat yang memang dibangun untuk menilai.
Kenapa laporan yang penuh grafik justru jarang dibaca?
Tiga penyebab, dan ketiganya soal beban berpikir yang dipindahkan ke pembaca.
- Tidak ada pembanding. Grafik ROAS 1,8 naik turun sepanjang bulan tidak berarti apa-apa sampai ada garis titik impas di sebelahnya. Angka tanpa batas untung rugi cuma dekorasi. Cara menghitung batas itu ada di ROAS yang bagus berapa dan istilahnya di break-even ROAS.
- Semua ditampilkan, tidak ada yang ditunjuk. Dua belas kolom untuk lima belas adset berarti seratus delapan puluh angka. Mata manusia tidak memindai seratus delapan puluh angka lalu menemukan pola. Ia menyerah di baris keempat.
- Kata "hasil" tanpa jenisnya. Satu campaign mengejar pesan WhatsApp, satu lagi mengejar pembelian. Menjumlahkan keduanya jadi satu angka "hasil" melahirkan kalimat yang terdengar bagus dan tidak berarti apa-apa.
Apa bedanya laporan mingguan dan pemeriksaan harian?
Dua-duanya perlu, tugasnya berbeda, dan menukar tugasnya bikin rugi.
| Pemeriksaan harian | Laporan mingguan | |
|---|---|---|
| Lama | Dua menit | Lima belas menit |
| Pertanyaan | Ada yang berhenti atau melonjak? | Uangku kembali atau tidak? |
| Yang dilihat | Status tayang, belanja hari ini | Biaya per hasil, arah perubahan |
| Tindakan yang wajar | Menyalakan ulang yang mati, menghentikan yang jelas bocor | Memindahkan budget, mengganti materi, menutup adset |
Kesalahan yang mahal adalah mengambil keputusan mingguan dari data harian. Satu hari sepi lalu materinya diganti, besoknya sepi lagi lalu audiensnya diganti, dan iklanmu tidak pernah selesai belajar. Kami membahasnya di fase pembelajaran Facebook Ads.
Rutinitas pemeriksaan harian yang masuk akal kami tulis di cara pantau iklan Meta tiap hari.
Bisakah laporan sekaligus menyimpulkan sendiri?
Bisa, dan itu justru bagian yang paling layak diotomatiskan, karena kesimpulan dari angka yang sama seharusnya selalu sama.
Yang dibutuhkan sebuah alat untuk boleh menyimpulkan cuma satu: ia harus tahu batas untung rugimu. Tanpa itu, alat mana pun cuma bisa mengulang angka dengan huruf yang lebih besar.
PahamAds menyusun laporan mingguannya dari patokan untung rugi yang kamu isi sendiri, lalu menuliskannya sebagai kalimat: apa yang salah, kenapa itu terjadi, dan langkah apa yang mengubahnya. Laporannya juga bisa dicetak untuk klien. Kalau kamu masih menimbang alatnya, perbandingannya ada di tools analisa Meta Ads, dan cara membaca halaman berandanya di panduan membaca beranda.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Bagaimana cara membuat laporan iklan Facebook otomatis?
Di Ads Manager ada menu laporan yang bisa disimpan dan dijadwalkan, lalu dikirim ke email pada hari yang kamu pilih. Kamu memilih kolomnya sekali, menyimpan susunannya, dan menyetel pengirimannya mingguan. Yang tidak dilakukan Ads Manager adalah menyimpulkan: ia mengirim tabel, bukan penilaian. Kesimpulan tetap ditulis manusia, atau oleh alat yang memang dibuat untuk menilai.
Apa isi laporan iklan Meta yang benar?
Enam bagian: periode yang dilaporkan, total belanja, total hasil, biaya per hasil dibanding batas untung rugimu, perubahan dibanding periode sebelumnya, dan daftar tindakan untuk minggu depan. Bagian keenam yang paling sering hilang, padahal itu satu-satunya bagian yang mengubah apa pun.
Seberapa sering laporan iklan sebaiknya dibuat?
Mingguan untuk keputusan, bulanan untuk melihat arah. Laporan harian mendorong orang bereaksi pada keramaian satu hari, dan reaksi harian adalah cara tercepat mengulang fase belajar iklanmu terus-menerus. Pengecualiannya cuma satu: pemeriksaan cepat harian untuk melihat apakah ada yang berhenti tayang atau belanjanya melonjak.
Apakah laporan untuk klien berbeda dengan laporan untuk diri sendiri?
Isinya sama, urutannya berbeda. Laporan untuk klien dibuka dengan hasil dan uang, karena itu yang dia bayar. Laporan untuk diri sendiri boleh dibuka dengan masalah, karena kamu yang akan mengerjakannya. Yang tidak boleh berbeda adalah angkanya, termasuk jendela atribusi yang dipakai, supaya dua laporan tidak menyebut dua kebenaran.
