Semua artikel
Diperbarui 4 menit baca

Ditulis Tim PahamAds, yang tiap hari membaca data akun iklan Meta pengguna PahamAds

Tools Meta Ads Indonesia: tiga kenyataan lokal yang sering dilewatkan alatnya

Kebanyakan alat bantu iklan menampilkan ulang angka yang sudah ada di Ads Manager. Pemilik usaha di sini menghadapi tiga hal yang tidak dihitung alat mana pun. Pembeli bertanya lewat WhatsApp, untung ditentukan modal sendiri, dan belanja hariannya kecil.

Pemilik warung pinggir jalan duduk di depan kiosnya sambil memegang telepon genggam

Jawaban singkat

Tools Meta Ads Indonesia layak dipakai kalau alatnya mengerti tiga kenyataan di sini. Pembeli banyak bertanya lewat WhatsApp sebelum membeli. Untung rugi cuma bisa dihitung dari harga jual dan modal dalam rupiah. Belanja harian yang kecil membuat angka mingguan gampang berayun. Alat yang cuma memindahkan tabel Ads Manager ke tampilan lain tidak menjawab satu pun dari ketiganya.

Seorang pemilik toko membuka alat bantu iklan barunya, lalu melihat dashboard berisi grafik yang jauh lebih rapi daripada Ads Manager. Dua minggu kemudian dia menyadari satu hal: dia masih menebak iklan mana yang harus dimatikan.

Alatnya bekerja seperti janjinya. Dia mencari jawaban, sementara alat itu memberinya tampilan.

Apa yang membuat tools Meta Ads Indonesia berbeda dari alat luar negeri?

Semua alat membaca sumber yang sama, yaitu Marketing API Insights milik Meta. Datanya sama di semua alat. Asumsi yang dipakai tiap alat saat mengolahnya berbeda-beda. Tiga asumsi berikut hampir selalu benar di Amerika Serikat dan sering salah di sini.

Kenyataan di siniYang diasumsikan kebanyakan alatAkibatnya di layar
Pembeli bertanya dulu lewat WhatsAppPenjualan selesai di halaman checkoutKolom penjualan kosong padahal ordernya masuk
Untung ditentukan harga modal pemiliknyaNilai pesanan sudah mewakili untungKata untung keluar untuk iklan yang sebenarnya rugi
Belanja harian ratusan ribu rupiahData mingguan cukup banyak untuk disimpulkanAlarm menyala dari selisih yang cuma keramaian biasa

Baris pertama yang paling mahal. Tombol WhatsApp di iklan mengirim orang ke aplikasi lain, dan Meta berhenti melihat mereka di sana. Alat yang membaca kolom bawaan akan melaporkan nol penjualan untuk campaign yang justru paling laku. Kami membahas jebakan itu terpisah di klik WhatsApp banyak tapi chat kosong.

Baris kedua menjelaskan kenapa dua orang bisa membaca satu angka ROAS lalu mengambil keputusan berlawanan. ROAS 3,0 menguntungkan penjual tas dengan margin 50 persen dan merugikan penjual pulsa dengan margin 5 persen. Angka itu tidak berubah; yang berbeda modal di baliknya. Cara menghitungnya kami urai di cek iklan untung atau rugi.

Kenapa alat yang tampilannya rapi sering tidak menolong?

Sebuah alat menolong kalau alat itu mengurangi jumlah keputusan yang harus kamu tebak. Grafik menambah bahan bacaan tanpa mengurangi tebakan.

Perhatikan bentuk kalimat yang keluar dari alatmu. "CTR turun 18 persen" itu pengamatan. "Biaya per order naik karena makin sedikit orang mengeklik iklannya, dan penurunan itu menyumbang 62 persen dari kenaikannya" itu kesimpulan. Kamu bisa langsung mengerjakan yang kedua, sementara yang pertama masih menyisakan pertanyaan berikutnya.

Pembeda kedua terletak di keberanian alat itu untuk diam. Alat yang menyalakan peringatan setiap hari melatih pemakainya mengabaikan peringatan. Alat yang jujur akan bilang datanya belum cukup, lalu menunggu.

Bagaimana cara menyaring alatnya sebelum kamu membayar?

Ajukan lima pertanyaan berikut ke calon alatnya, dan mintalah tangkapan layar sebagai bukti.

  1. Apakah alatnya meminta harga jual dan modal? Tanpa dua angka itu, alat mana pun mustahil menyebut sebuah iklan untung atau rugi. Alat yang tidak pernah menanyakannya berarti tidak menghitungnya.
  2. Apakah alatnya memisahkan klik tombol WhatsApp dari percakapan yang benar-benar masuk? Dua angka itu berbeda jauh. Menyamakannya membuat biaya per chat terbaca lebih murah daripada kenyataannya.
  3. Apakah alatnya menunjuk penyebab sampai ke lapisan iklan? Menyebut sebuah campaign bermasalah masih menyisakan pekerjaan menelusuri adset dan materi iklannya satu per satu.
  4. Apakah alatnya menyebutkan jendela atribusi yang dipakainya? Angka yang sama bisa berbeda dari Ads Manager kalau jendelanya berbeda. Alat yang menyembunyikannya membuatmu mengira salah satunya rusak.
  5. Apakah alatnya cuma membaca, atau juga bisa mengubah iklanmu? Izin menulis membawa risiko yang berbeda, dan kamu berhak tahu sebelum menyambungkan akun.

Alat yang gagal di pertanyaan pertama dan kedua biasanya alat asing yang diterjemahkan, tanpa satu pun penyesuaian untuk cara orang berjualan di sini. Daftar penyaring yang lebih panjang kami tulis di tools analisa Meta Ads.

Kapan kamu belum membutuhkan alat tambahan?

Tiga keadaan berikut membuat alat apa pun belum berguna, dan mengetahuinya menghemat uangmu.

  • Belanja iklanmu masih di bawah sekitar Rp1 juta sebulan. Jumlah datanya belum cukup untuk membedakan tren dari kebetulan.
  • Kamu baru menyalakan iklan minggu ini. Meta masih menjalankan fase belajarnya, dan angka minggu pertama belum mewakili apa pun.
  • Alat ukurmu belum terpasang. Selama pixel atau tautan WhatsApp belum menandai asal pengunjung, alat secanggih apa pun membaca data yang sama kosongnya.

Untuk keadaan ketiga, Ads Manager bawaan Meta sudah cukup sampai pemasangannya beres.

Alat mana yang memenuhi ketiganya?

PahamAds kami bangun persis untuk tiga kenyataan di atas. Kami meminta harga jual dan modalmu saat pendaftaran, lalu memakai keduanya untuk menyebut sebuah iklan untung atau rugi menurut kantongmu, bukan menurut nilai pesanan. Kami menghitung klik tombol WhatsApp terpisah dari percakapan yang benar-benar dimulai. Kami juga menunjuk penyebabnya turun sampai lapisan iklan, lalu menyebut lapisan mana yang justru terbebas dari tuduhan.

Koneksinya membaca saja. PahamAds tidak pernah mengubah, menjeda, atau menaikkan budget iklanmu, dan kamu tetap mengerjakan perubahannya sendiri di Ads Manager.

Kamu bisa membandingkan pendekatannya dengan pilihan lain di dashboard Meta Ads selain Ads Manager. Kalau yang kamu pakai sekarang alat buatan Indonesia, pemisahnya kami urai di alternatif Adsumo. Kalau kamu ingin melihat cara kerjanya lebih dulu, buka halaman utamanya.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah tools Meta Ads buatan luar negeri bisa dipakai di Indonesia?

Bisa, dan sebagian besar memang berjalan normal karena semuanya membaca sumber data yang sama, yaitu Marketing API milik Meta. Koneksinya jalan normal. Asumsi di dalam alatnya yang sering meleset. Alat luar biasanya menganggap penjualan selesai di halaman checkout, sementara banyak toko di sini menutup penjualan lewat percakapan WhatsApp. Alat itu juga menghitung untung dari nilai pesanan tanpa mengetahui modalmu, jadi kata untung yang keluar dari sana belum tentu untung menurut kantongmu.

Apa bedanya tools Meta Ads dengan Ads Manager bawaan?

Ads Manager memberi angka mentah dan seluruh kolomnya. Alat tambahan yang berguna mengubah angka itu jadi keputusan. Iklan mana yang harus dihentikan hari ini, dan adset mana yang layak diberi budget lebih. Penyebab kenaikan biayanya juga disebut, entah di materi iklan, halaman tujuan, atau harga lelang. Kalau sebuah alat cuma menyusun ulang kolom yang sama dengan tampilan lebih enak dilihat, kamu membayar tata letak.

Berapa biaya wajar untuk tools Meta Ads di Indonesia?

Ukur dari besar kebocoran yang bisa dicegah alat itu, jangan dari harga langganannya. Toko yang membelanjakan Rp3 juta sebulan dan membiarkan satu adset boncos selama sepuluh hari sudah kehilangan ratusan ribu rupiah. Alat seharga puluhan ribu rupiah sebulan sudah balik modal di situ. Toko yang belanja iklannya di bawah sekitar Rp1 juta sebulan biasanya belum membutuhkan alat tambahan, karena jumlah datanya belum cukup untuk menyimpulkan apa pun.

Apakah tools pihak ketiga bisa mengubah iklan saya?

Tergantung izin yang kamu berikan saat menyambungkan akun. Meta memisahkan izin membaca dan izin menulis, jadi sebuah alat bisa dibangun hanya dengan izin membaca. Periksa hal itu sebelum menyambungkan, terutama kalau alatnya menawarkan otomatisasi. Alat yang hanya membaca tidak akan pernah mematikan iklanmu sendiri, dan kamu tetap memegang kendali penuh di Ads Manager.

Baca juga

Mau tahu iklanmu sehat atau boncos, tanpa hitung manual?

PahamAds membaca akun iklanmu dan bilang, dalam bahasa manusia, mana yang balik modal, mana yang bakar uang, dan apa langkahmu hari ini. Read-only, tidak pernah mengubah iklanmu. Gratis buat mulai.

Coba gratis