Struktur akun iklan jarang jadi penyebab langsung uang terbakar. Yang ia lakukan lebih halus: membuatmu tidak bisa tahu apa yang sedang membakar uang.
Akun dengan sembilan campaign, dua puluh adset, dan nama seperti "Testing 2 Fix Final" masih bisa menghasilkan penjualan. Yang tidak bisa dilakukan pemiliknya adalah menjawab pertanyaan sederhana: bagian mana yang untung, dan bagian mana yang perlu dihentikan.
Apa tugas tiap lapis?
| Lapis | Yang ditentukan di sini | Kesalahan umum |
|---|---|---|
| Campaign | Tujuan, dan siapa yang memegang anggaran | Tujuan yang tidak sesuai hasil yang dikejar |
| Adset | Siapa yang dikejar, di mana tampil, berapa uangnya | Terlalu banyak, sehingga tiap bagian kelaparan data |
| Iklan | Apa yang dilihat orang | Cuma satu materi, jadi cepat melelahkan |
Kesalahan di lapis pertama paling mahal karena ia menentukan siapa yang dicari sistem. Kalau tujuan campaign mengejar interaksi, sistem akan menemukan orang yang gemar menyukai, bukan yang gemar membeli. Kami membahas akibatnya di iklan Instagram tidak ada penjualan.
Susunan seperti apa yang masuk akal untuk toko kecil?
Mulai dari yang paling sederhana, dan tambahkan hanya kalau ada alasan.
Susunan awal, untuk toko yang baru mulai:
- Satu campaign dengan tujuan penjualan, atau pesan kalau kamu berjualan lewat chat.
- Satu sampai dua adset di dalamnya. Kalau dua, bedanya harus jelas, misalnya satu audiens luas dan satu retargeting.
- Tiga sampai lima materi iklan di tiap adset, supaya sistem punya variasi untuk diputar.
Sesudah ada aliran penjualan yang stabil:
- Campaign untuk mencari pembeli baru.
- Campaign untuk mengingatkan orang yang sudah pernah berkunjung, sesuai urutan di retargeting Facebook Ads.
- Tambahan adset hanya kalau kamu punya alasan bisnis, misalnya wilayah pengiriman yang berbeda.
Yang tidak perlu ditiru: susunan bertingkat dengan belasan adset yang dipakai agensi besar. Struktur seperti itu berjalan karena anggarannya besar, dan tiap bagian tetap mendapat cukup data. Di anggaran kecil, susunan yang sama membuat semua bagian kelaparan. Kami hitung akibatnya di berapa adset dalam satu campaign.
Di lapis mana anggaran sebaiknya dipegang?
Ini pertanyaan yang selalu muncul, dan jawabannya bergantung pada seberapa yakin kamu terhadap pembagianmu sendiri.
- Anggaran dipegang campaign. Sistem membagi ke adset yang menurutnya paling mungkin menghasilkan. Cocok kalau adsetmu sejenis dan kamu tidak keberatan pembagiannya berubah tiap hari.
- Anggaran dipegang tiap adset. Kamu yang menentukan porsi tiap kelompok. Cocok kalau kamu memang ingin menjaga satu audiens tetap mendapat jatah, misalnya retargeting yang kecil tapi penting.
Perbandingan lengkap dan kapan masing-masing merugikan ada di CBO atau ABO.
Aturan penamaan apa yang menyelamatkanmu nanti?
Nama yang baik bisa dibaca tanpa membuka setelannya. Pola yang cukup untuk kebanyakan toko:
- Campaign: tujuan, produk atau kategori, dan bulan. Contoh: Penjualan - Hijab Voal - Agustus.
- Adset: audiens dan wilayah. Contoh: Luas - Jabodetabek, atau Retargeting 30 Hari.
- Iklan: jenis materi dan versinya. Contoh: Video Peragaan v2, atau Foto Detail Bahan v1.
Tiga kebiasaan yang layak dijaga:
- Jangan pakai kata Test tanpa keterangan. Semua iklan adalah tes. Yang berguna adalah apa yang sedang diuji.
- Jangan mengganti nama saat sedang berjalan kalau kamu memakai laporan yang membandingkan periode, karena riwayatnya jadi sulit dibaca.
- Tulis tanggal, supaya kamu tahu materi mana yang sudah lama tayang tanpa membuka rinciannya.
Kapan struktur perlu dirapikan ulang?
Empat tanda:
- Kamu ragu campaign mana yang sedang jalan tanpa membuka satu per satu.
- Ada dua adset yang mengejar orang yang sama, dan kamu tidak sengaja membuatnya.
- Kamu tidak bisa menjawab dengan cepat berapa uang yang mengalir ke retargeting bulan ini.
- Ada campaign lama yang masih menyala dengan materi yang sudah tidak relevan.
Merapikan bukan berarti menghapus semuanya lalu mulai dari nol. Akun yang sudah punya riwayat pembelian punya nilai, dan menghapusnya berarti membuang data yang dipakai sistem untuk mencari pembeli. Matikan yang tidak dipakai, ganti namanya supaya terbaca, dan biarkan yang bekerja tetap jalan.
Urutan membaca akun setelah rapi kami tulis di analisis Meta Ads untuk pemilik bisnis, dan daftar periksa menyeluruhnya di cara audit akun Meta Ads. Penjelasan resmi tiap lapis ada di Business Help Center.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apa itu campaign, adset, dan iklan di Meta Ads?
Tiga lapis yang bertingkat. Campaign menentukan tujuan, misalnya penjualan atau pesan. Adset menentukan siapa yang dikejar, di mana iklannya tampil, dan berapa uang yang keluar. Iklan menentukan apa yang dilihat orang: gambar atau video, teks, dan tombol ajakannya. Satu campaign bisa berisi banyak adset, dan satu adset bisa berisi banyak iklan.
Berapa campaign yang ideal untuk toko kecil?
Sesedikit mungkin, biasanya satu campaign untuk tujuan utamamu, ditambah satu lagi untuk mengingatkan orang yang sudah pernah berkunjung. Menambah campaign berarti membagi data dan anggaran, dan data yang terbagi membuat tiap bagian lebih lama mencapai jumlah yang layak dinilai.
Apakah satu produk harus satu campaign?
Tidak harus. Yang menentukan pemisahan sebaiknya tujuan dan cara menilainya, bukan jumlah produk. Kalau semua produkmu dinilai dengan patokan yang sama dan dijual ke orang yang mirip, satu campaign lebih efisien. Pisahkan kalau untung bersih antar produk sangat berbeda, karena batas biaya per hasilnya juga berbeda.
Kenapa penamaan campaign penting?
Karena enam bulan lagi kamu tidak akan ingat apa isi campaign bernama Test 3 Final Fix. Nama yang memuat tujuan, audiens, dan tanggal membuatmu bisa membaca akun sendiri tanpa membuka setelan satu per satu, dan itu menghemat waktu setiap kali kamu menganalisa.
